Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Output Industri Jerman Melambat, Pemulihan Ekonomi Bakal Panjang

Output industri naik hanya 1,2 persen, masih di bawah perkiraan para ekonom. Kenaikan dipimpin oleh produsen mobil, sementara produsen mesin mengalami kemunduran.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 September 2020  |  14:31 WIB
Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti
Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen Jerman meningkatkan produksi untuk bulan ketiga berturut-turut meskipun laju pertumbuhan melambat pada Juli.

Output industri naik hanya 1,2 persen, masih di bawah perkiraan para ekonom. Kenaikan dipimpin oleh produsen mobil, sementara produsen mesin mengalami kemunduran. Produksi barang investasi masih meningkat 2,1 persen.

Kementerian Ekonomi mengatakan industri Jerman telah kembali ke hampir 90 persen dari level sebelum krisis, dan memperkirakan bahwa perbaikan sentimen dan penurunan pekerjaan jangka pendek akan terus mendorong pemulihan, meskipun akan memakan waktu.

Sebuah laporan terpisah pada Jumat pekan lalu menunjukkan permintaan pabrik melambat. Ekonomi Jerman mencoba untuk bangkit kembali selama berbulan-bulan lockdown yang membuat pabrik-pabrik terpukul dan banyak pekerja yang cuti atau menganggur.

Sementara ekonomi telah mengalami rebound tajam selama musim panas, Presiden Bundesbank Jens Weidmann telah berusaha untuk meredam optimisme, dengan alasan pekan lalu bahwa pemulihan akan lama dan bergelombang.

"Posisi industri Jerman dalam rantai nilai global berarti pemulihan penuh tidak akan datang sampai seluruh dunia juga pulih. Kasus COVID-19 meningkat di beberapa bagian Eropa dan AS dan pasar negara berkembang mengalami penurunan yang berkepanjangan, kata ekonom Bloomberg Jamie Rush, dilansir Senin (7/9/20200.

Beberapa indikator baru-baru ini menunjukkan momentum juga mulai melemah di beberapa bagian kawasan euro di tengah infeksi yang muncul kembali dan kekhawatiran tentang potensi lockdown kembali diberlakukan.

Sejumlah pemerintah telah memberlakukan pembatasan perjalanan dan memerintahkan warganya untuk memakai masker.

Prospek yang tidak pasti akan ditampilkan secara menonjol dalam diskusi ketika pejabat Bank Sentral Eropa bertemu minggu ini. Sebagian besar ekonom memperkirakan Dewan Pengurus tidak akan mengubah kebijakan pada Kamis pekan ini (10/9/2020), meskipun mereka mengharapkan peningkatan lain dalam pembelian aset sebelum akhir tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri jerman Lockdown

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top