Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Subsisi Gaji: 2,8 Juta Rekening Pekerja Tak Lolos Validasi

Dari sejumlah nomor rekening pekerja calon penerima subsidi gaji yang dikumpulkan, BP Jamsostek melakukan validasi berlapis hingga tiga tahap.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 September 2020  |  11:44 WIB
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) menyatakan ada 2,8 juta data nomor rekening pekerja calon penerima subsidi gaji yang tak lolos validasi.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja. Dia mengatakan bahwa BP Jamsostek telah mengumpulkan 14,3 juta nomor rekening dari target 15,7 juta calon penerima bantuan subsidi gaji untuk pegawai dengan pendapatan di bawah Rp5 juta.

Dari sejumlah nomor rekening yang dikumpulkan tersebut, Utoh mengatakan BP Jamsostek melakukan validasi berlapis hingga tiga tahap. Dari proses tersebut, ternyata jumlah data yang tervalidasi hanya mencapai 11,5 juta calon penerima. Artinya, sekitar 2,8 juta data nomor rekening pekerja tak lolos validasi.

"Ada dua alternatif tindakan atas nomor rekening pekerja yang tidak lolos validasi berlapis BP Jamsostek," ujar Utoh kepada Tempo, Minggu (6/9/2020).

Alternatif pertama adalah BP Jamsostek akan mengembalikan data nomor rekening kepada perusahaan peserta untuk melakukan konfirmasi ulang. Langkah itu dilakukan apabila penyebabnya bukan karena ketidaksesuaian dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020. 

Sementara, alternatif kedua, kata Utoh, adalah kondisi dimana data peserta tidak valid karena tidak sesuai kriteria yang disebutkan dalam Permenaker tersebut.

Apabila kondisinya demikian, maka nomor rekening tersebut secara otomatis tidak masuk dalam daftar penerima bantuan subsidi upah.

"Jumlah data rekening peserta tidak valid ini mencapai 1,6 juta orang," ujarnya.

Utoh mengatakan lembaganya terus mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan, dengan batas waktu telah diperpanjang hingga tanggal 15 September 2020.

BP Jamsostek juga berharap perusahaan mempercepat proses penyampaian data yang dikonfirmasi ulang.

Hingga kini, BP Jamsostek telah menyerahkan data rekening calon penerima bantuan subsidi Rp2,4 juta tersebut kepada Kementerian Ketenagakerjaan sebanyak 5,5 juta rekening. Penyerahan data terbagi atas dua kali tahapan dan akan terus berlangsung hingga memenuhi target.

"Kami telah menyerahkan 2,5 juta data pada pekan lalu dan 3 juta lagi kemarin, sehingga total sebanyak 5,5 juta data peserta dalam dua tahap," jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat bahwa hingga Jumat, 4 September 2020, telah ada 2.31.974 orang pekerja yang menerima bantuan subsidi gaji tahap I.

"Sebanyak 2,3 juta pekerja atau 92,44 persen dari total penerima subsidi gaji/upah tahap I telah menerima bantuan. Sisanya masih dalam proses," tulis akun twitter @KemnakerRI, Sabtu (5/9/2020) malam.

Kemnaker menyatakan para calon penerima yang masih belum menerima subsidi gaji di rekeningnya masih dalam proses. Bank penyalur disebut segera menyalurkan bantuan tersebut ke rekening penerima.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BP Jamsostek subsidi gaji

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top