Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JP Morgan Ingatkan Investor Soal Potensi Kemenangan Trump dalam Pilpres AS

Peluang taruhan sebelumnya membuat Trump tertinggal jauh di belakang penantangnya Joe Biden. Namun, posisi keduanya sekarang hampir seimbang.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 02 September 2020  |  08:52 WIB
 Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\n
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\\n

Bisnis.com, JAKARTA - JPMorgan Chase & Co melihat investor harus mempersiapkan diri seiring dengan meningkatnya peluang kemenangan kembali Presiden Donald Trump dalam Pilpres 2020.

Peluang taruhan sebelumnya membuat Trump tertinggal jauh di belakang penantangnya Joe Biden. Namun, posisi keduanya sekarang hampir seimbang.

Ahli Strategi JPMorgan Marko Kolanovic mengatakan sebagian besar pergerakan ini disebabkan karena dampak pada opini publik tentang protes kekerasan, serta potensi bias dalam jajak pendapat.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, mungkin ada pergeseran 5 hingga 10 poin dalam jajak pendapat dari Demokrat ke Republik jika persepsi protes berubah dari damai menjadi kekerasan.

Orang-orang yang memberikan jawaban yang tidak akurat dapat secara artifisial mengubah jajak pendapat yang mendukung Biden sebesar 5 persen -6 persen.

"Tentu banyak hal yang bisa terjadi dalam 60 hari ke depan dan dapat mengubah peluang, tetapi saat ini kami yakin bahwa momentum yang mendukung Trump akan terus berlanjut, sementara sebagian besar investor masih diposisikan untuk kemenangan Biden," tulis Kolanovic dalam laporannya Senin (9/2/2020).

"Implikasinya bisa signifikan untuk kinerja faktor, sektor, pemenang / pecundang Covid-19, serta ESG [environment, soscial and governance]."

Keunggulan Biden yang menyempit dalam jajak pendapat membangkitkan ingatan tentang pemilu 2016, ketika penghitungan seperti itu tampaknya pada aliran dukungan bagi Hillary Clinton.

Sementara Clinton memenangkan suara populer, Electoral College, tetapi penghitungan antar negara bagian yang menentukan hasil pemilihan dan hasilnya berakhir dengan tegas dalam mendukung Trump.

Kolanovic, yang memperingatkan potensi reli saham setelah pemilihan Trump dan rebound dari posisi terendah yang dipicu Covid-19 awal tahun ini, mengatakan pendorong penting pemilihan dalam beberapa minggu mendatang a.l. perkembangan pandemi Covid-19, yang terlihat mereda saat pemungutan suara semakin dekat.

Namun, dia tidak menguraikan implikasi dari kemenangan Trump. Dari catatan bulan Juni, JPMorgan memperkirakan kemenangan Biden akan menyebabkan pelemahan dolar.

Risiko perubahan kebijakan ke arah progresif dapat menyebabkan aset AS berkinerja buruk dan ini akan membuat pergerakan negatif di dolar AS, terutama terhadap mata uang yang sering dipakai sebagai cadangan devisa.

Sebelumnya, Kolanovic dan pengamat lainnya melihat Wall Street akan merespon negatif terhadap kemenangan Biden.

Salah satu, kekehawatiran pasar adalah kenaikan pajak yang tidak akan berpengaruh pada penerimaan negara seperti yang diharapkan. Dia mengungkapkan perusahaan di sektor energi alternatif dan infrastruktur akan menerima manfaat dari kemenangan partai Demokrat tersebut, sementara sektor pertahanan dan keamanan mungkin dapat mengalami tekanan.

Namun, Kolonovic mengungkapkan hasil dari debat dan sikap Demokrat terhadap demonstrasi antikekerasan dapat menjadi kunci dalam pertarungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biden pilpres amerika Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top