Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serentetan Efek Kejut Era Covid-19. Apa Saja Risikonya?

Di masa depan ekstrem akan ada dua rangkaian ancaman, yaitu tradisional dan asimetris. Keduanya akan menantang logika, menciptakan kerusakan sosial, dan sekaligus mengubah wajah dunia.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  21:11 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang telah membuat ekonomi banyak negara dan kesehatan masyarakatnya porak-poranda tidak datang tiba-tiba.

Dalam perjalanannya, ia bukan sama sekali tidak terdeteksi. Bukan cuma dari pesan film fiksi Contagion (2011) Covid-19 bisa diendus keberadaannya. Lebih penting lagi, ia bisa ‘dibaca gelagatnya’. Terprediksi beberapa dekade lalu meski terbilang masih samar-samar.

Dalam 10 Tren Utama Keamanan Masa Depan, James Canton (2006) mengingatkan akan adanya berbagai risiko penyakit ekstrem. Penyakit tersebut memicu pula beragam wabah mematikan nan dahsyat macam SARS, flu burung, AIDS dan Ebola.

Memang Covid-19, yang sudah dinyatakan oleh WHO sebagai pandemi, tidak secara jelas disebut. Namun coba perhatikan urutan teratas dari 10 daftar tren tersebut yang ditulis futurolog sekaligus CEO dan Chairman Institute for Global Futures itu.

Tidak lain adalah tingginya ancaman bioteror. Senjata-senjata ini tidak terlihat dan, sialnya, mudah dibawa tetapi sulit dideteksi. Selain itu dapat menyebar dengan cepat di kawasan permukiman sipil.

Tentu saja kita tidak boleh gegabah menyebut pandemi Covid-19 sebagai bio-teror atau ekses darinya. Bukankah wabah ini sudah mendunia, tidak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Bahkan juga ‘melumat’ dua raksasa ekonomi yang sedang bersitegang: Amerika Serikat dan China.

Di masa depan ekstrem, menurut Canton, akan ada dua rangkaian ancaman, yaitu tradisional dan asimetris yang akan menantang logika, menciptakan kerusakan sosial, dan sekaligus mengubah wajah dunia.

Risiko tradisional masih dapat dikenali seperti serangan nuklir atau bioteror. Sebaliknya, risiko asimetris tidak dapat diduga.

Bisa jadi ia menyerang sebuah mal besar di kawasan elite, zat biologis untuk merusak persediaan air, bom bunuh diri di pasar saham atau pengidap virus ebola masuk ke sebuah negara.

Berbagai risiko tersebut akan berakibat fatal jika pemerintah sebuah negara menganggap remeh atau lebih konyol lagi, tidak mampu mendeteksi risiko yang akan timbul.

Hari ini kita masih berada di tahun 2020. Namun lima tahun dari sekarang, Canton memprediksi setidaknya terdapat 12 senjata utama terorisme global. Harus dirinci supaya otoritas keamanan tidak kecolongan.

Pertama adalah perang neuro, disusul senjata biologis, senjata kuantum, penyakit menular, bahan kimia beracun, bom pencemar, dan senjata energi getar. Selain itu perlu diwaspadai pula satelit, internet nirkabel, networks radio frequency identification (RFID) dan global positioning systems (GPS) serta biologi manusia.  

Prakiraan ini sejalan dengan beberapa faktor yang memang bakal menjadi penentu masa depan ekstrem.

Pertama, kecepatan. Rata-rata perubahan yang terjadi amat cepat, tak terlihat, sangat menyeluruh dan menyentuh setiap aspek kehidupan manusia.

Kedua, kompleksitas. Lompatan kuantum dalam angka-angka kekuatan yang sepertinya tidak saling terkait akan memengaruhi, mulai dari gaya hidup, pekerjaan, kehidupan pribadi hingga keamanan nasional.

Ketiga, risiko. Berbagai risiko, risiko yang lebih tinggi dan ancaman-ancaman besar lainnya mulai dari teror, kejahatan sampai kemerosotan ekonomi global akan mengubah setiap sendi kehidupan manusia.

Keempat, perubahan. Penyesuaian drastis terhadap pekerjaan, komunitas, dan hubungan yang dimiliki setiap orang akan mendorong setiap individu untuk beradaptasi secara cepat terhadap berbagai perubahan radikal.

Nah, bukankah kita sedang berada di era kenormalan baru setelah dihantam pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir? Sebuah era yang sama sekali berbeda dan belum ada bandingannya, karena wabah corona masih terus mengancam.

Sebut saja mulai dari penerapan lockdown, pembatasan sosial berskala besar, penerapan protokol kesehatan yang ketat, sosial distancing, physical distancing, work from home, pembelajaran virtual dan lain sebagainya.

Kelima, kejutan. Kejutan-kejutan terkadang memang baik tetapi tak jarang pula hadir diluar imajinasi. Hal ini akan menjadi bagian kehidupan sehari-hari manusia.

Bahkan makin harus diakui bahwa kejutan ini berada di luar kemampuan indra dan logika. Tapi bukan berarti tanpa solusi dan ‘obat mujarab’. Apakah itu vaksin virus corona?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pandemi corona
Editor : Inria Zulfikar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top