Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Jajaki Pembukaan Travel Corridor dengan Singapura

Singapura merupakan salah satu mitra penting Indonesia. Angka investasi Singapura di Indonesia masih menduduki peringkat pertama, yaitu USD$4,7 miliar.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  18:16 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia kembali menjajaki perjanjian akses masuk atau travel corridor untuk bisnis esensial. Kali ini dengan negara investor terbesar di Tanah Air, Singapura.

Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada Selasa (25/8/2020) di Singapura.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.com, pertemuan ini membahas dua isu utama, yaitu persiapan Leaders’ Retreat dan rencana pembuatan essential business Travel Corridor Arrangement (TCA) antara kedua negara.

Leaders' Retreat merupakan pertemuan antara pemimpin negara RI - Singapura yang diadakan secara bergantian setiap tahunnya.

Kedua, Menlu sepakat pentingnya Leaders’s Retreat tahun ini menghasilkan kerja sama konkret yang menjadi refleksi  menguatnya hubungan bilateral, meski dalam situasi krisis.

"Keduanya sepakat bahwa isu yang dapat dibahas dalam Leaders’ Retreat antara lain penguatan kerjasama di bidang kesehatan, ekonomi dan keuangan," seperti dikutip dari keterangan pers.

Kedua Menlu juga sepakat untuk memulai pembahasan mengenai TCA. Kedua Menlu telah melakukan pertukaran elemen masing-masing konsep yang telah dimiliki masing-masing negara. Kedua Menlu sepakat menugaskan tim masing-masing untuk memulai negosiasi pada kesempatan pertama.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah memiliki pengaturan TCA dengan Uni Emirat Arab, Korea Selatan dan China. Pengaturan TCA dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan berlaku utamanya untuk perjalanan bisnis yang esential dan perjalanan kedinasan yang mendesak.

Singapura merupakan salah satu mitra penting Indonesia. Angka investasi Singapura di Indonesia masih menduduki peringkat pertama, yaitu USD$4,7 miliar  untuk semester I/2020, atau naik 36,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Surplus perdagangan non migas juga mencatatkan kenaikan. Indonesia mengalami surplus perdagangan non migas pada semester I/2020, yaitu US$398 juta dibanding US$360 juta pada periode sama pada 2019, atau meningkat 10,6 persen.

Kedua Menlu juga sepakat untuk mendorong agar enam working group, yaitu di bidang kerja sama Batam Bintan Karimun, investasi, sumber daya manusia, transportasi, pertanian dan pariwisata dapat segera mengintesifkan komunikasi guna mempersiapkan Leaders’ Retreat.  Waktu penyelenggaraan akan ditentukan pada kesempatan pertama.

Dalam kunjungan ke Singapura, Menlu Retno juga telah diterima oleh PM Singapura, Lee Hsien Loong. Persiapan Leaders’ Retreat dibahas dalam kunjungan kehormatan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura kemenlu retno l.p. marsudi
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top