Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Paus Serukan Tiga Negara Selesaikan Sengketa Bendungan Sungai Nil

Paus Fransiskus serukan agar Mesir, Ethiopia dan Sudan melakukan dialog terkait pembangunan bendungan sungai Nil untuk mencegah konflik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Agustus 2020  |  23:30 WIB
Paus Serukan Tiga Negara Selesaikan Sengketa Bendungan Sungai Nil
Masyarakat menggunakan perahu untuk menyebrangi sungai Nil. - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, VATICAN CITY - Paus Fransiskus menyerukan dibentuknya dialog antara Mesir, Ethiopia, dan Sudan untuk menyelesaikan sengketa bendungan sungai Nil.

Paus Fransiskus mengharapkan negara-negara tersebut agar tidak membiarkan sengketa bendungan sungai Nil berkembang menjadi konflik. Adapun konflik tersebut dimulai dari pembangunan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD).

GERD kini sedang dibangun sekitar 15 km dari perbatasan Ethiopia dengan Sudan, menjadi biang permasalahan antara ketiga negara itu.

"Saya mengajak semua pihak yang terlibat agar melanjutkan jalur dialog sehingga sungai yang tak pernah mengering itu akan terus menjadi sumber kehidupan, yang menyatukan dan tidak memecah belah, yang mempertahankan persahabatan, kemakmuran dan persaudaraan bukan permusuhan, kesalahpahaman serta konflik," kata Paus.

Paus menyampaikan pesan Angelus pada Pesta Nama Maria Assumpta, salah satu perayaan terpenting umat Katolik yang didedikasikan untuk Bunda Maria.

Mesir, yang khawatir bahwa proyek bendungan dapat menyebabkan krisis air di hulu, mengancam akan mundur dari putaran diskusi terbaru. Sementara, Sudan merasa prihatin dengan keamanan bendungan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mesir paus fransiskus sungai nil ethiopia

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top