Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RI Minta Tanggung Jawab Internasional atas Nasib Anak-anak Palestina

Nasib anak-anak Palestina, terutama di Tepi Barat, kian berat akibat perang yang terjadi sejalan dengan pendudukan Israel.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 15 Agustus 2020  |  13:55 WIB
Seorang pria Palestina berdebat dengan tentara Israel ketika penghancuran rumah seorang Palestina atas perintah pasukan Israel saat ia mencoba menghentikan penghancuran tersebut di desa Biet Ula Tepi Barat, barat Hebron, Kamis (21/1). - Reuters
Seorang pria Palestina berdebat dengan tentara Israel ketika penghancuran rumah seorang Palestina atas perintah pasukan Israel saat ia mencoba menghentikan penghancuran tersebut di desa Biet Ula Tepi Barat, barat Hebron, Kamis (21/1). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia meminta pertanggungjawaban masyarakat internasional untuk mengakhiri konflik di Palestina yang mengorbankan banyak anak-anak.

Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus memperjuangkan perdamaian di Palestina, termasuk mengatasi penderitaan anak-anak Palestina. Untuk itu, diperlukan upaya penyelesaian politik dan kemanusiaan secara paralel.
 
“Anak-anak merupakan korban paling rentan akibat okupasi dan konflik yang terjadi di wilayah Palestina, yang menuntut tanggung jawab masyarakat internasional untuk mencari solusi bagi masa depan mereka," katanya seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (15/8/2020).

Indonesia bekerja sama dengan Save the Children memprakarsai pertemuan virtual bertemakan Danger is Our Reality pada 14 Agustus 2020. Pertemuan yang dihadiri negara anggota PBB ini membahas mengenai nasib anak-anak Palestina, sebagai dampak aksi okupasi Israel di wilayah Tepi Barat.

Hadir sebagai pembicara adalah Jennifer Moorehead, Direktur Save the Children Lebanon, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Palestina, Jamie McGoldrick, serta perwakilan anak-anak Palestina.

Dalam pembahasan yang menyoroti aspek pendidikan, anak-anak Palestina menceritakan pengalaman buruk yang dialami, antara lain kekerasan pada guru dan murid, perusakan gedung sekolah dan penangkapan anak-anak.

Sementara, pembicara lain menggarisbawahi kesulitan akses pendidikan akibat pendudukan Israel. Tantangan ini semakin diperparah dengan adanya pandemi Covid-19.

PBB dan Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat terus berupaya mendukung Palestina di berbagai bidang termasuk pendidikan, kesehatan dan pendanaan kepada Palestina. Aneksasi, pembatasan dan ekspansi agresif Israel masih terus mengakibatkan penderitaan.  

“Penting bagi semua pihak untuk terus mendorong perbaikan kondisi anak-anak Palestina, khususnya akses pendidikan, akibat tindakan Israel,“ tutup Dubes Djani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina kemenlu israel
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top