Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SenseTime Berencana Dual Listing di Bursa Hong Kong dan China

Startup ini memulai rencana IPO di tengah volatilitas pasar yang disebabkan pandemi serta daftar hitam AS yang mengancam pembatasan akses perusahaan ke teknologi vital AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  08:52 WIB
Logo perusahaan SenseTime - sensetime.com
Logo perusahaan SenseTime - sensetime.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang kecerdasan buatan terbesar di China, SenseTime Group Ltd, tengah menjajaki pencatatan saham ganda di bursa Hong Kong dan China.

Dilansir oleh Bloomberg dari sumber yang mengetahui rencana ini, perusahaan yang didanai SoftBank Group Corp ini sedang meningkatkan valuasi hingga US$8,5 miliar sebelum memulai penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Meskipun belum menjelaskan kapan rencana IPO ini, SenseTime diperkirakan melakukan pencatatan ganda (dual listing) di bursa saham Hong Kong dan China. Rencana IPO ini masih awal dan dapat berubah.

Startup ini memulai rencana IPO di tengah volatilitas pasar yang disebabkan pandemi serta daftar hitam AS yang mengancam pembatasan akses perusahaan ke teknologi vital AS.

Karena alasan tersebut, perusahaan kini mempertimbangkan untuk menawarkan saham di Hong Kong dan China daratan secara bersamaan dan bertaruh pada peningkatan minat investor terhadap saham-saham baru.

SenseTime berada di garda depan dari makin banyaknya perusahaan di China yang telah memperoleh manfaat dari adopsi cepat teknologi pengenalan wajah dan kecerdasan buatan (artificial inttelligence/AI) di Negeri Panda tersebut.

Perusahaan kini bekerja dengan 127 kota dalam penggunaan kamera guna menganalisis segala hal mulai dari lalu lintas hingga keamanan kompleks perumahan.

SenseTime menjadi perusahaan rintisan pengembang AI paling berharga di dunia setelah meraup valuasi senilai US$2,5 miliar pada 2018 dan menarik minat sejumlah investor termasuk SoftBank dan Temasek Holdings Pte dari Singapura.

Perusahaan, yang bersaing dengan Megvii Technology yang didukung Alibaba Group Holding Ltd., mengkhususkan diri dalam sistem yang menganalisis wajah dan gambar dalam skala besar dan bekerja dengan badan kepolisian, peritel, dan peneliti perawatan kesehatan di seluruh China dan dunia.

SenseTime mengatakan telah mengalami pertumbuhan eksponensial dalam beberapa tahun terakhir karena mencakup lebih banyak industri, dari kamera di toko ritel Suning.com Co. hingga mobil tanpa pengemudi untuk Honda Motor Co.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo kecerdasan buatan (AI)
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top