Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Israel & UEA Berdamai dengan Mahar Setop Pencaplokan Palestina

Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dirinya telah menelepon para pemimpin dari kedua negara yang telah setuju untuk bertukar kedutaan dan duta besar dan memulai kerja sama di seluruh dewan.
 Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner/Bloomberg)n
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner/Bloomberg)n

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat sejarah dengan mendamaikan Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) setelah 72 tahun bermusuhan. Syarat perdamaian itu disetujui setelah Israel berjanji menghentikan pendudukan di Tepi Barat, Palestina. 

"Terobosan besar hari ini! Perjanjian perdamaian bersejarah antara dua teman hebat kita, Israel dan Uni Emirat Arab!" demikian cuitan Trump melalui akun Twitter @realDonaldTrump, Kamis (13/8/2020) malam atau Kamis pagi waktu setempat.

Seperti dikutip CNN.com, sebagai bagian dari kesepakatan damai itu, Israel akan 'menangguhkan' rencana untuk mencaplok bagian Tepi Barat.

Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dirinya telah menelepon para pemimpin dari kedua negara yang telah setuju untuk bertukar kedutaan dan duta besar dan 'memulai kerja sama di seluruh dewan.'

Dia berharap negara lain untuk mengikuti jejak UEA dalam menormalkan hubungan ke depan. "Kami sudah membahas ini dengan negara lain," kata Trump. "Jadi, Anda mungkin akan melihat yang lain dari ini."

Menurutnya, normalisasi hubungan itu akan mempertemukan dua mitra regional Amerika yang paling dapat diandalkan dan mampu dan negara-negara tersebut akan bergabung bersama dengan AS untuk meluncurkan agenda strategis untuk Timur Tengah mengenai kerja sama diplomatik, perdagangan dan keamanan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mempertimbangkan pengumuman itu dengan mencuit di Twitter, mengutip cuitan dan tulisan Trump, "Hari bersejarah" dalam bahasa Ibrani.

Duta Besar AS untuk Israel David Friedman mengucapkan selamat kepada Presiden atas kesepakatan di Oval Office.

Trump mengatakan, kesepatan itu ingin disebut Donald J. Trump Accord. Dia kemudian meminta Avi Berkowitz, penasihat Gedung Putih dan perwakilan khusus untuk negosiasi internasional, untuk berbicara. Berkowitz berujar bahwa "Kedamaian adalah hal yang indah."

Trump pun memuji penasihat dan menantunya Jared Kushner telah melakukan "hal yang luar biasa dan orang tidak selalu mengerti apa yang bisa dia lakukan."

Kushner kemudian berbicara dan mengatakan Trump menginstruksikannya untuk mengambil "pendekatan yang tidak tradisional." 

Penasihat keamanan nasional Robert O'Brien menambahkan bahwa Timur Tengah 'berantakan' ketika Trump menjabat dan ini adalah langkah lain untuk memperbaikinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper