Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow! Kekayaan Lampaui Rp147,4 Triliun, Bos Facebook Bergelar Centibillionare

Menurut Bloomberg Billionaires Index, pria berusia 36 tahun itu kini resmi bergabung dengan sesama raksasa teknologi Jeff Bezos dan Bill Gates sebagai orang di dunia yang saat ini berstatus centibillionair.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  11:48 WIB
CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di depan sidang Komite Energi dan Perdagangan DPR AS mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna Facebook, di Capitol Hill di Washington, 11 April 2018. - Reuters
CEO Facebook Mark Zuckerberg bersaksi di depan sidang Komite Energi dan Perdagangan DPR AS mengenai penggunaan dan perlindungan data pengguna Facebook, di Capitol Hill di Washington, 11 April 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kekayaan bersih Mark Zuckerberg melampaui US$100 miliar atau Rp147,4 triliun (kurs Rp14.746) untuk pertama kalinya setelah pekan lalu Facebook Inc. merilis Reels, kompetitor TikTok.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, pria berusia 36 tahun itu kini resmi bergabung dengan sesama raksasa teknologi Jeff Bezos dan Bill Gates sebagai orang di dunia yang saat ini berstatus centibillionair. Kekayaan Zuckerberg sebagian besar berasal dari 13 persen sahamnya di Facebook.

Dilansir Bloomberg, Selasa (11/8/2020), para pendiri perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat telah menikmati akumulasi kekayaan yang mencengangkan tahun ini karena pandemi virus Corona mendorong lebih banyak orang untuk terhubung secara online, meskipun ekonomi AS mengalami kontraksi pada laju tercepat dalam catatan.

Zuckerberg telah memperoleh sekitar US$22 miliar tahun ini, sementara kekayaan Bezos naik lebih dari US$75 miliar.

Angka-angka mengejutkan tersebut telah menempatkan para pendiri perusahaan teknologi itu di bawah pengawasan yang meningkat. Zuckerberg, Bezos, Chief Executive Officer Apple Inc. Tim Cook dan kepala Alphabet Inc. Sundar Pichai bulan lalu bersaksi di depan Kongres untuk membantah tuduhan bahwa kekuatan dan pengaruh mereka di luar kendali.

Lima perusahaan teknologi terbesar AS yakni Apple, Amazon.com Inc., Alphabet, Facebook, dan Microsoft Corp. saat ini memiliki penilaian pasar yang setara dengan sekitar 30 persen dari produk domestik bruto AS, hampir dua kali lipat dari sebelumnya pada 2018.

Sementara itu, senator AS Bernie Sanders berencana untuk memperkenalkan undang-undang untuk mengenakan pajak atas apa yang disebutnya sebagai perolehan kekayaan yang tidak patut selama krisis virus Corona.

"Undang-Undang Miliarder akan mengenakan pajak sebesar 60 persen dari peningkatan kekayaan bersih orang-orang sangat kaya dari 18 Maret hingga akhir tahun. Pendapatan tersebut akan digunakan untuk menutupi biaya perawatan kesehatan warga AS.

Zuckerberg yang mendirikan raksasa media sosial itu dari kamar asramanya di Universitas Harvard pada 2004, mengatakan dia berencana untuk membagikan 99 persen saham Facebook selama hidupnya.

Bahkan di luar negeri, raksasa teknologi termasuk di antara pemenang teratas tahun ini. CEO Tencent Holdings Ltd. Pony Ma telah meraup US$17 miliar, menjadikan kekayaannya lebih dari US$55 miliar, sementara kekayaan Colin Huang dari Pinduoduo Inc. telah bertambah US$13 miliar hingga US$32 miliar.

Mukesh Ambani dari India menjadi lebih kaya US$22 miliar karena unit digital Reliance Industries Ltd.-nya mendapat investasi dari berbagai perusahaan termasuk Facebook dan Silver Lake. Dia sekarang memiliki kekayaan US$80,3 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang kaya Mark Zuckerberg

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top