Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Doni Monardo: Sekolah di 163 Daerah Zona Kuning Bisa Belajar Tatap Muka

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan selain daerah zona hijau, daerah zona kuning juga bisa memulai belajar tatap muka di sekolah.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  16:32 WIB
Sejumlah murid berlari memasuki ruang kelas di SD Negeri 1 Praja Taman Sari di Desa Wonuamonapa, Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (13/7 - 2020). Pihak sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran dengan tiga kali pertemuan tatap muka di sekolah dalam sepekan karena terbatasnya jaringan telekomunikasi untuk penerapan pembelajaran jarak jauh secara daring guna mencegah penyebaran COVID/19. ANTARA FOTO
Sejumlah murid berlari memasuki ruang kelas di SD Negeri 1 Praja Taman Sari di Desa Wonuamonapa, Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (13/7 - 2020). Pihak sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran dengan tiga kali pertemuan tatap muka di sekolah dalam sepekan karena terbatasnya jaringan telekomunikasi untuk penerapan pembelajaran jarak jauh secara daring guna mencegah penyebaran COVID/19. ANTARA FOTO

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa wilayah zona kuning sudah dapat mulai melakukan kegiatan belajar secara tatap muka. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Jumat (7/8/2020).

"Per tanggal 2 Agustus, ada 163 zona kuning yang kiranya nanti akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka, tetapi sesuai kebijakan Kemendikbud, polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya keputusan untuk memulai sekolah dikembalikan kepada kepada daerah bupati/walikota dan gubernur, karena para pejabat itulah yang paling tahu [kondisi] di daerah masing-masing," kata Doni.

Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa rencana memulai kegiatan sekolah tatap muka selain di zona hijau, yaitu di zona kuning telah dilaporkan kepada Presiden Jokowi.

"Kita melihat Indonesia tidak bisa pada satu sisi, karena Indonesia memiliki rentang luas yang panjang lebih dari 5.000 kilometer, ada lebih dari 17.000 pulau ternyata sudah memasuki bulan kelima, maka kita bisa melihat tidak semua wilayah memiliki risiko yang sama," ujarnya.

Doni mengungkapkan saat ini sudah ada beberapa daerah yang sudah memulai uji coba belajar tatap muka, tapi dalam pelaksaanaannya ternyata tidak mudah. Pasalnya, tidak seluruh orang tua mengizinkan anaknya belajar secara tatap muka di sekolah.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, data zonasi risiko Covid-19 periode 27 Juli - 1 Agustus 2020 mencatat ada 163 kabupaten/kota berisiko rendah atau zona kuning.

Selain itu, ada 51 kabupaten/kota yang tidak ada kasus baru atau zona hijau dan ada 35 kabupaten/kota yang tidak terdampak dan masuk juga dalam zona hijau.

Di sisi lain, masih ada 33 kabupaten/kota yang berisiko tinggi atau zona merah dan ada 194 kabupaten/kota yang berisiko sedang atau zona oranye.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan sekolah Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top