Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selandia Baru Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Corona

Sukses mengendalikan pandemi Corona, Selandia Baru kini tengah bersiap menghadapi gelombang kedua pandemi Corona menyusul munculnya kasus baru dari transmisi lokal.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  08:11 WIB
Bendera Selandia Baru - Istimewa
Bendera Selandia Baru - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sukses mengendalikan pandemi Corona, Selandia Baru kini tengah bersiap menghadapi gelombang kedua pandemi Corona menyusul munculnya kasus baru dari transmisi lokal.

Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield memperingatkan agar masyarakat Selandia Baru mempersiapkan diri jika Virus Corona kembali mewabah.

“Pasalnya, ada kemungkinan bahwa akan ada kasus dari transmisi lokal Covid-19 antarpenduduk. Ini tinggal tunggu waktu, ‘kapan?’, bukan ‘kalau ada’,” ungkap Bloomfield, dilansir Bloomberg, Rabu (5/8/2020).

Bloomfield mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk melakukan persiapan kapan pun ada kasus baru, termasuk melakukan apapun untuk menambah perlindungan dan mencegat virus di perbatasan.

Selandia Baru termasuk negara yang mencatatkan prestasi langka dalam mengendalikan virus. Sejauh ini, sudah berhasil menangkap dan mengisolasi setiap orang yang terinfeksi yang datang ke negara itu ketika mereka tiba di perbatasan.

Adapun, menurut Kementerian Kesehatan Selandia Baru, sampai saat ini hanya ada 22 kasus aktif di karantina dan sudah 95 hari sejak kasus terakhir Covid-19 diperoleh secara lokal dari sumber yang tidak diketahui.

Namun, secara keseluruhan, Australia masih berjuang untuk menahan sebaran wabah di negara bagian Victoria. Oleh karena itu, Pemerintah Selandia Baru masih tetap waspada dan meminta agar warganya tetap berhati-hati dan tidak puas dengan capaian saat ini.

Kembalinya virus tersebut bisa merusak perekonomian dan berpotensi mempengaruhi hasil pemilihan umum pada 19 September 2020 mendatang.

Bloomfield meminta masyarakatnya untuk menggunakan aplikasi tracing kontak milik pemerintah sehingga jika ada kasus baru bisa ditangani segera dan negara itu tak perlu melakukan lockdown lagi. Kalau wabah muncul lagi, Kementerian Kesehatan Selandia Baru juga mewajibkan masyarakat untuk memakain masker.

“Lebih baik bergerak lebih awal daripada terlambat, karena itu [pakai masker] termasuk salah satu langkah yang bisa mengurangi transmisi virus,” kata dia.

Dengan masih ada 22 kasus aktif di Selandia Baru, mengutip worldometers.info Selandia baru berada di urutan 135 di dunia dengan total kasus sebanyak 1.567 kasus. Tercatat dari keseluruhan kasus tersebut 22 kematian dan 1.532 orang sembuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

selandia baru Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top