Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Pemilu AS, Peta Suara Pemilih Bergeser Drastis ke Biden

Pandemi Covid-19 yang terus meluas, kehancuran ekonomi AS disertai ketidakmampuan Presiden Donald Trump mengendalikan krisis jadi penyebabnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  13:52 WIB
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). - Antara/Reuters
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Peta politik Amerika Serikat berubah cepat setelah popularitas calon Joe Biden dari Partai Demokrat terus menanjak sejak Maret ketika keadaan darurat kesehatan terkait wabah virus Corona atau Covid-19 mulai ditetapkan.

Pandemi virus Corona yang terus meluas, kehancuran ekonomi yang terus-menerus dialami jutaan warga AS disertai ketidakmampuan Presiden Donald Trump mengendalikan krisis terus tertanam dalam benak mayoritas warganya. Akibatnya, tidak terlalu mengejutkan bahwa hal itu telah menjadi pukulan telak bagi petahana presiden, menurut analisis Direktu Politik CNN, David Chalian seperti dikutip CNN International, Selasa (4/8/2020).

Menurutnya, perkembangan yang lebih mengejutkan adalah bahwa tidak ada tindakan apapun yang mampu dilakukan Trump dan tim kampanyenya untuk mengubah kedaan selama dua bulan terakhir meski mereka telah mencobanya.

Dari meluncurkan pesan ketertiban umum yang tegas di hadapan pelaku aksi damai untuk keadilan rasial, hingga langkahnya memecat manajer tim kampanye, kian menjauhkan hati rakyat darinya. Begitu juga dengan kinerjanya sebagai seorang Komando Tanggap Covid-19 dan sebaliknya suara publik bergerak ke arah Biden, ujar Chalian.

Padahal, tiga bulan dari sekarang sampai hari pemilihan adalah sangat menentukan dasam politik Amerika Serikat. Persaingan hampir pasti akan semakin keras, apalagi ketika pemilu tinggal enam pekan nantinya.

Sejauh ini, kepemimpinan Trump yang gagal dalam mengelola pandemi Covid-19 dan ketidakmampuan untuk meyakinkan publik kian mengukuhkan Biden sebagai alternatif yang dapat diterima.

Prospek Trump untuk terpilih kembali telah benar-benar menguap. Bahkan jalan Presiden menguasai 270 dari 538 suara electoral college sama sempitnya seperti sebelumnya.

Sementara itu, mantan wakil presiden Joe Biden mulai merebut basis pendukung Trump dan sukses memperluas peta medan pertempuran 2020 ke daerah yang sebelumnya condong ke Republik.

“Berdasarkan jajak pendapat publik, pandangan electoral college saat ini mencerminkan gerakan substansial ke arah Biden,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pilpres amerika Donald Trump biden
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top