Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkes Bantah Obat Covid-19 Telah Ditemukan

Kemenkes menyatakan bahwa beberapa kandidat vaksin Covid-19 saat ini telah memasuki tahap uji klinis tahap akhir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  14:32 WIB
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews
Para peneliti di dunia tengah berlomba untuk menciptakan vaksin virus corona (Covid-19) yang efektif. - Euronews

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam upaya penanganan virus Corona (Covid-19) sejumlah negara terus berupaya untuk mengembangkan obat atau vaksin Covid-19. Namun, hingga saat ini Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa belum ada negara yang mampu memproduksi obat atau vaksin Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Slamet. Dia menuturkan bahwa beberapa kandidat vaksin saat ini telah memasuki tahap uji klinis tahap akhir.

"Banyak lembaga internasional dan nasional sedang bekerja keras untuk mendapatkan obat ataupun vaksin Covid-19. Sebagian kandidat vaksin juga sudah memasuki tahap uji klinik tahap akhir," kata Slamet dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Slamet mengatakan yang pasti beberapa negara, termasuk Indonesia, tergabung dalam Solidarity Trial WHO. Tujuannya, untuk mendapatkan bukti klinis yang lebih kuat dan valid terhadap efektivitas dan keamanan terbaik dalam perawatan pasien Covid-19.

Secara garis besar, Slamet menjelaskan proses produksi obat terbagi ke dalam empat bagian. Pertama, diawali dengan upaya penemuan bahan, zat, atau senyawa potensial obat melalui berbagai proses penelitian.

Selanjutnya, bahan potensial obat tersebut harus melewati berbagai proses pengujian diantaranya adalah uji aktivitas zat, uji toxisitas in vitro dan in vivo pada tahap pra klinik, serta uji klinis untuk fase I, fase II dan fase III. Tahap ketiga adalah proses izin edar.

"Keempat, diproduksi melalui cara pembuatan obat yang baik (GMP) dan dilakukan kontrol pada proses pemasaran," jelasnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, informasi mengenai temuan obat Covid-19 telah menimbulkan polemik. Hal tersebut bermula ketika muncul sosok Hadi Pranoto yang mengklaim dirinya sebagai profesor dan pakar mikrobiologi dan menyebut telah menemukan produk herbal yang diklaim sebagai obat penyembuh dan pencegah virus Corona atau Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin Virus Corona covid-19 Obat Covid-19

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top