Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengangguran Spanyol Naik di Atas 15 Persen

Peningkatan pengangguran mencerminkan dampak salah satu lockdown paling ketat di dunia untuk membendung infeksi virus Corona.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  16:10 WIB
Polisi berpatroli di tepi pantai saat otoritas memberlakukan lock down di kawasan pantai Barceloneta di Barcelona, Spanyol, Minggu (15/3/2020). Bloomberg - Angel Garcia
Polisi berpatroli di tepi pantai saat otoritas memberlakukan lock down di kawasan pantai Barceloneta di Barcelona, Spanyol, Minggu (15/3/2020). Bloomberg - Angel Garcia

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat pengangguran Spanyol naik pada kuartal kedua hingga di atas 15 persen, sehingga jumlah pengangguran di ekonomi terbesar keempat di kawasan euro itu meningkat sebesar 55.000 menjadi 3,37 juta pekerja.

Artinya tingkat pengangguran naik menjadi 15,33 persen dari sebelumnya 14,4 persen. Adapun, pengangguran kaum muda melonjak lebih dari 6 poin persentase menjadi hampir 40 persen.

Dilansir Bloomberg, Selasa (28/7/2020), peningkatan pengangguran mencerminkan dampak salah satu lockdown paling ketat di dunia untuk membendung infeksi virus Corona. Kerusakan ekonomi penuh akan terungkap pada Jumat pekan ini dimana output diperkirakan terkontraksi hingga 16 persen pada kuartal kedua 2020.

Sementara ekonomi secara bertahap mulai terbuka, pemulihan yang rapuh menghadapi rintangan besar yakni gelombang kedua virus yang merebak di sejumlah wilayah. Hal itu tak ayal kembali mendorong pemerintah memberlakukan penutupan. Prospek untuk pariwisata yang vital bagi ekonomi terus memburuk.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memerintahkan warga yang kembali dari Spanyol untuk dikarantina selama 14 hari. Hal ini menjadi pukulan besar bagi industri yang sangat bergantung pada pelancong dari Inggris.

Sebelum krisis pun, Spanyol telah menderita tingkat pengangguran tertinggi diantara negara maju karena masalah struktural yang mengakar di pasar tenaga kerja. Krisis ekonomi telah membalikkan beberapa perbaikan baru-baru ini.

Bank sentral negara itu memperkirakan suku bunga akan melonjak setinggi 24 persen tahun ini dalam skenario terburuk. Para ekonom juga tidak melihatnya suku bunga akan turun di bawah 17 persen untuk setidaknya dua tahun ke depan.

Menurut beberapa perkiraan, ekonomi akan menyusut lebih dari 10 persen tahun ini, dibandingkan dengan sekitar 8 persen untuk kawasan euro secara keseluruhan.

Angka pengangguran terbaru menunjukkan kerusakan besar pada pasar tenaga kerja. Namun, Kantor Statistik mengatakan angka itu tidak mencerminkan tingginya jumlah pekerja yang menjadi tidak aktif. Selama kurungan ketat Spanyol, banyak pekerja tidak dapat secara aktif mencari pekerjaan, jadi secara teknis tidak didefinisikan sebagai pengangguran.

Sementara itu, pemerintah meluncurkan program cuti panjang untuk membatasi tingkat pengangguran. Para pekerja cuti itu tidak termasuk dalam angka pengangguran karena diberhentikan sementara waktu. Menteri Jaminan Sosial Jose Luis Escriva mengatakan ada sekitar 1,75 juta pekerja pada 1 Juli.

Namun, kasus-kasus baru di daerah-daerah yang secara ekonomi penting seperti Catalonia telah meredupkan proyeksi untuk UKM. Puluhan ribu usaha kecil di seluruh negeri tidak diperkirakan tidak akan bertahan sampai akhir tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spanyol pengangguran Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top