Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eks Jampidsus Disebut Disuap Rp7 Miliar, Komjak Tanyai Miftahul Ulum

Komisi Kejaksaan mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (28/7/2020) untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa mantan JAMPidsus Adi Toegarisman menerima suap Rp7 miliar dalam kasus dana hibah Koni.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  16:57 WIB
Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum (kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum (kiri) meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Kejaksaan mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (28/7/2020) untuk mengklarifikasi tuduhan bahwa mantan JAMPidsus Adi Toegarisman menerima suap Rp7 miliar dalam kasus dana hibah Koni.

Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak mengatakan kedatangannya ke lembaga antirasuah untuk bertemu Miftahul Ulum, Asisten mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Barita mengatakan dirinya akan menanyai Ulum terkait pernyataannya di persidangan. Ulum sempat menyebutkan anggota BPK Achsanul Qosasi dan mantan JAMPidsus Adi Toegarisman diduga telah menerima suap dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap hibah KONI.

Pada persidangan tersebut Ulum mengemukakan bahwa Achsanul Qosasi menerima Rp3 miliar dan Adi Toegarisman menerima Rp7 miliar.

Menurut Ulum, tujuan uang tersebut diberikan yaitu agar Kejagung tidak memanggil dan melanjutkan kasus KONI di Kejagung.

“Kami minta keterangan dari Ulum kaitan dengan beberapa waktu lalu ada disampaikan beberapa hal jadi kami karena itu sudah disampaikan ke publik jadi kami minta keterangannya sebagai tugas komisi kejaksaan,” kata Barita, Selasa (28/7/2020).

Barita mengatakan pihaknya akan menganalisa untuk menentukan langkah-langkah berikutnya dalam menuntaskan masalah tersebut setelah meminta keterangan dari Ulum.

Sebelumnya, Miftahul Ulum menyebutkan anggota BPK Achsanul Qosasi dan Adi Toegarisman diduga telah menerima suap dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap hibah KONI dengan terdakwa Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor.

Pada persidangan tersebut Ulum mengemukakan bahwa Achsanul Qosasi menerima Rp3 miliar dan Adi Toegarisman menerima Rp7 miliar.

Menurut Ulum, tujuan uang tersebut diberikan yaitu agar Kejagung tidak memanggil dan melanjutkan kasus KONI di Kejagung.

Namun, pada persidangan berikutnya, Ulum mengaku khilaf sempat menyebut nama Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Achsanul Qosasi dan Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsua) Adi Togarisman di Persidangan.

Dia pun meminta maaf lantaran sempat menyebut Adi Toegarisman dan Achsanul Qosasi ikut kecipratan duit rasuah dana hibah Komite Olahraga Nasional.

"Saya sampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar bapak Adi Toegarisman dan keluarga besar bapak Achsanul Qosasi dan semuanya pihak-pihak atas kekhilafan," ungkap Ulum, Selasa (9/6/2020) malam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK koni Menpora Imam Nahrawi Kejaksaan Agung
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top