Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Swab Mandiri, Wawali Solo Achmad Purnomo malah Negatif Corona. Kok Bisa?

Penasaran dengan hasil positif tes swab pertama dengan hasil positif Covid-19, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo berinisiatif melakukan tes swab mandiri selang tujuh hari. Hasilnya, orang nomor dua di Kota Solo itu dinyatakan negatif Covid-19.
Mariyana Ricky Prihatina Dewi
Mariyana Ricky Prihatina Dewi - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  16:42 WIB
Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Antara
Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo saat memberikan keterangan kepada wartawan. - Antara

Bisnis.com, SOLO - Penasaran dengan hasil positif tes swab pertama dengan hasil positif Covid-19, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo berinisiatif melakukan tes swab mandiri selang tujuh hari. Hasilnya, orang nomor dua di Kota Solo itu dinyatakan negatif  Covid-19 atau Corona.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyebut tidak ada yang salah dengan hasil tes swab terbaru Wakil Wali Kota atau Wawali Achmad Purnomo yang negatif Covid-19.

Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengatakan hasil yang berbeda antara tes swab Wawali oleh Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dengan tes swab Corona mandiri di RS Kasih Ibu adalah hal yang wajar.

Ada jarak sekitar tujuh hari antara tes swab yang dilakukan DKK terhadap Wawali dengan tes swab mandiri di RS Kasih Ibu. "Pak Wakil, beliau rapid test tanggal 15 [Juli] samar-samar, di-swab tanggal 17-18 Juli hasilnya keluar 23 Juli. Ini mungkin positif. Pak Wakil swab mandiri tanggal 24 [Juli]. Swab 24 tarik belakang ke 17 itu sudah sepekan sehingga kemungkinan OTG tujuh hari sudah mulai sembuh," ujar Rudy kepada wartawan melalui Zoom Conference, Selasa (28/7/2020).

Di sisi lain, laboratorium yang menguji sampel swab Wawali Solo, baik sampel dari DKK yang hasilnya positif maupun dari RS Kasih Ibu yang hasilnya negatif Corona adalah laboratarium resmi yang ditunjuk pemerintah.

"Hasil lab DKK Solo dengan swab yang dilakukan RS swasta itu tidak terjadi simpang siur. Perlu kami sampaikan lab itu ditunjuk dan diputuskan pemerintah pusat," jelas Rudy.

Rudy berharap semua kontak erat Wawali Solo hasil swab-nya negatif semua. Rudy juga sangat berharap Wawali membantu Pemkot meluruskan pemahaman soal hasil laboratorium yang berbeda.

Lebih jelas, Kepala DKK Solo Siti Wahyuningsih mengatakan kronologi status Corona Wawali Solo dari mulai rapid test hingga tes swab terakhir yang menyatakan negatif.

Menurut Ning, sapaan akrabnya, Wawali Achmad Purnomo melakukan rapid test pada 15 Juli, sebelum berangkat ke Jakarta pada 16 Juli. Hasil rapid test tersebut, sesuai informasi Wawali ke DKK statusnya di ambang.

Sampel Swab Dikirim Ke Semarang

"Karena beliau [Wawali] ngendika (bilang) kok di ambang itu artinya apa? Maka kami inisiatif melakukan swab pada 17-18 Juli. Kami bawa ke Semarang karena lab UNS saat itu tutup untuk tracing internal," jelas Ning.

Hasil tes swab Wawali itu keluar pada 23 Juli dan positif. "Spesimen kami kemas kami kirim ke lab Semarang. Lab melakukan PCR sudah melalui izin Kemenkes, tentunya standar-standarnya termasuk yg dilakukan pihak swasta," kata dia.

Terhadap hasil tes swab Wawali Solo tanggal 24 Juli yang hasilnya negatif Covid-19, Ning menjelaskan secara teori hal itu mungkin saja. Ada jarak waktu sepekan sejak pengambilan swab 17-18 Juli.

"Infeksi belum tentu 17-18 Juli, malah bisa saja sebelumnya. OTG ada yang begitu, lima hari sudah negatif itu mungkin saja infeksi virus masuknya kapan kita tidak tahu," kata Ning.

Menurut Ning, meski OTG, orang yang positif Covid-19 tetap berpotensi menularkan ke orang lain. Karenanya harus karantina mandiri.

"Hari ini sesuai jadwal kami melakukan swab lagi. Kami sudah matur beliau apakah tetap dilaksanakan karena sudah negatif tanggal 24 Juli. Tes tetap dilakukan," jelas Ning.

Saat ini spesimen swab Wawali itu sudah dikirim ke lab di Semarang. "Mudah-mudahan secepatnya kita ketahui," kata Ning.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solo Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top