Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laut China Selatan Memanas, Indonesia Minta Semua Pihak Berdamai

Menlu Retno Marsudi meminta semua negara menghormati hukum internasional yang berlaku pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut (Unclos) 1982. 
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  17:59 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia meminta semua negara yang mempersengketakan Laut China Selatan menjaga stabilitas di kawasan seiring panasnya hubungan antarnegara di Indo-Pasifik.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan stabilitas dan perdamaian di Laut China Selatan adalah harapan dari seluruh negara. 

"Menghormati hukum internasional termasuk Unclos 1982 menjadi kunci untuk membuat Laut China Selatan menjadi laut yang stabil dan damai," katanya dalam konferensi pers di Istana Negara, Kamis (16/7/2020).

Begitu pula dengan Indonesia. Dia menegaskan Indonesia konsisten untuk menghormati hukum internasional yang berlaku pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut (Unclos) 1982. 

"[Indonesia meminta] semua negara berkontribusi menjaga perdamaian dan stabilitas Laut China Selatan dan menahan diri dari tindakan yang bisa mengeskalasi ketegangan di kawasan," tegasnya.

Ketegangan di Laut China Selatan ini berkaitan konflik antara dua kekuatan besar, AS - China yang pada awal Juli sempat berbarengan melakukan latihan militer di sekitar Kepulauan Paracel.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan bahwa klaim China terhadap sebagian besar Laut China Selatan adalah tindakan melanggar hukum.

Pompeo juga menolak klaim China terhadap wilayah teritorial 12 mil laut di sekitar Kepulauan Spratly. Menurutnya, dunia tidak akan membiarkan China menduduki Laut China Selatan layaknya kerajaan maritimnya.

Beijing mengklaim perairan di sekitar Vanguard Bank di luar Vietnam, Luconia Shoals Malaysia, area dalam zona ekonomi eksklusif, dan Natuna Besar Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat kemenlu laut china selatan
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top