Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OPEC+ Berpeluang Tunda Pemulihan Produksi Minyak

Pemulihan pasokan yang akan dimulai bulan depan akibat rencana pemangkasan tambahan sebesar 842.000 barel per hari
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  15:22 WIB
Suasana sidang OPEC di Vienna, Austria, Rabu (30/11). - REUTERS/Heinz/Peter Bader
Suasana sidang OPEC di Vienna, Austria, Rabu (30/11). - REUTERS/Heinz/Peter Bader

Bisnis.com, JAKARTA - OPEC+ menghitung ulang pengurangan produksi tambahan dari anggota yang tidak memenuhi kewajiban pemangkasan output pada Juni 2020. Hal itu berpotensi menahan rencana pemulihan pasokan yang akan dimulai bulan depan.

Dalam rapat virtual kemarin, komite teknis menguraikan rencana pemangkasan tambahan sebesar 842.000 barel per hari dari sejumlah negara seperti Irak, Nigeria dan Kazakhstan sebagai kompensasi pada Agustus dan September mendatang.

Proposal itu akan dibahas malam ini oleh komite pemantauan menteri yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia. Komite itu diperkirakan akan mengumumkan pelonggaran pemangkasan produksi sebesar 9,6 juta barel per hari karena permintaan bahan bakar yang telah pulih.

Tindakan yang cenderung hati-hati itu mengingat gelombang kedua infeksi yang menghantam AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi baru. Selain itu, tangki penyimpanan pasokan minyak juga masih penuh. Di atas kertas, pemangkasan tambahan dapat mengurangi peningkatan pasokan 2 juta barel per hari yang dijadwalkan hampir setengahnya.

Namun, patut dipertanyakan berapa banyak pemangkasan yang akan dilakukan oleh negara-negara yang belum sepenuhnya memenuhi komitmen awal mereka.

"Dengan Irak, Kazakhstan, Nigeria, dan Angola semua kurang patuh pada Mei dan Juni, negara-negara ini harus mematuhi menebus pemotongan tambahan," kata Amrita Sen, kepala analis minyak pada konsultan Energy Aspects Ltd., dilansir Bloomberg, Rabu (15/7/2020).

Bulan lalu, negara-negara yang tidak patuh berkomitmen menambal kekurangan volume pemangkasan pada Mei, yang berjumlah 1,26 juta barel per hari. Namun, komite teknis menemukan bahwa sementara beberapa negara telah meningkatkan pemangkasan produksi pada Juni, tetapi masih meleset dari target. Data menunjukkan, produksi berlebih bulan lalu berjumlah 380.000 barel per hari.

"Transisi ke produksi yang lebih tinggi bertepatan dengan pemberlakuan kembali pembatasan pergerakan di AS dan negara-negara lain di seluruh dunia. Ke mana pasokan minyak akan mengalir sjika orang-orang diperintahkan kembali ke rumah mereka untuk mengurangi penularan?" kata Louise Dickson, seorang analis di konsultan Rystad Energy A/S.

Sebuah laporan bulanan yang diterbitkan OPEC memberikan wawasan mengapa di tengah kemerosotan ekonomi yang sedang berlangsung, pelonggaran pemangkasan dapat dibenarkan. Permintaan minyak mentah OPEC diperkirakan akan naik dan bahkan melampaui tingkat sebelum pandemi pada 2021.

Selama kuartal kedua, ketika lockdwon berada pada puncaknya, permintaan minyak mentah OPEC terpangkas menjadi hampir setengah dari level tahun lalu, hanya 15,87 juta barel per hari. Namun, OPEC berharap akan kembali pada level sebelumnya di atas 30 juta pada kuartal keempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

opec produksi minyak
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top