Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UNS Tampik Tudingan Ganjar 25 Nakes RSUD Moewardi Tertular di Wisuda

Universitas Sebelas Maret (UNS) menampik tudingan Gubernur Jawa Tengah bahwa 25 dokter muda RSUD Moewardi tertular Covid-19 saat acara Wisuda.
Sri Sumi Handayani
Sri Sumi Handayani - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  11:10 WIB
Warga antre memeriksakan kesehatannya pada pemeriksaan kesehatan gratis saat car free day (CFD), di Plaza Sriwedari, Solo, Minggu 8 April 2020. - JIBI/Nicolous Irawan
Warga antre memeriksakan kesehatannya pada pemeriksaan kesehatan gratis saat car free day (CFD), di Plaza Sriwedari, Solo, Minggu 8 April 2020. - JIBI/Nicolous Irawan

Bisnis.com, SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) menampik tudingan Gubernur Jawa Tengah bahwa 25 dokter muda RSUD Moewardi tertular Covid-19 saat acara Wisuda.

Reviono, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, menegaskan pada dokter residen paru yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu tidak melaksanakan wisuda.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut indikasi penularan klaster tenaga medis yang bertugas di RSUD Moewardi Solo itu dari pesta wisuda yang digelar para dokter muda tersebut.

Saat Solopos.com mengonfirmasi perihal dugaan penularan Covid-19 saat pesta wisuda tersebut, Reviono menyampaikan dokter muda peserta PPDS itu tidak melaksanakan wisuda.

Terkait kemungkinan lain bahwa salah satu atau sejumlah dokter muda menghadiri pesta wisuda rekan kerja sehingga tertular Covid-19, Reviono menyampaikan jawaban yang sama.

"Setahu saya tidak ada hubungannya dengan wisuda. Residen paru yang positif ini tidak ada yang pernah ikut wisuda," ujar Reviono saat berbincang dengan Solopos.com melalui pesan aplikasi Whatsapp, Selasa (14/7/2020).

Seperti diketahui, rata-rata dokter muda yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sedang menempuh pendidikan dokter spesialis paru atau disebut sebagai dokter residen paru.

Saat ini, menurut Reviono, para dokter residne paru itu sudah menjalani masa karantina dua pekan.

Dia kembali menegaskan tidak ada residen paru yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu mengikuti pesta wisuda maupun menyelenggarakan pesta wisuda.

"Kalau residen yang positif selama dua minggu ini tidak ada yang ikut pesta wisuda," ujarnya.

Karantina di RS UNS

Lebih lanjut, Reviono mengabarkan kondisi para dokter muda spesialis paru yang sedang menjalani karantina di RS UNS di Kartasura Sukoharjo itu sehat.

"[Kondisi] stabil. Kondisi baik," ungkap Reviono.

Diberitakan, hasil tracing 25 tenaga kesehatan atau nakes RSUD dr. Moewardi Solo yang positif Covid-19 menemukan indikasi mereka tertular saat pesta wisuda.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, saat menggelar jumpa pers di kantornya, Senin (13/7/2020) siang, mengatakan telah meminta dilakukan tracing ketat terkait penularan Covid-19 di kalangan nakes itu.

"Tracing kami lakukan dengan UNS karena indikasi kemarin ada yang habis wisuda, kumpul bareng teman, dan ada pesta kecil. Yang seperti ini kadang kita lepas kontrol," ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan dengan adanya kasus penularan atau klaster Covid-19 nakes di RSUD Moewardi Solo itu, Pemkot Solo tidak perlu meningkatkan status menjadi KLB atau kejadian luar biasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solo covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top