Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gempa M 5,5 Guncang Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi dangkal di wilayah Banda Aceh tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  09:34 WIB
Gempa M 5,5 Guncang Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi dangkal di wilayah Banda Aceh tidak berpotensi menimbulkan tsunami. - BMKG

Bisnis.com, JAKARTA - Gempa dengan parameter sementara berkuatan 5,5 mengguncang wilayah Aceh, Senin (13/7/202).

"Pukul 07.58.46 WIB wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra diguncang gempa tektonik," ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya, Senin.

Gempa tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,4. Episenter gempa terletak pada koordinat 5,12 Lintang Utara dan 94,32 Bujur Timur.

"Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 120 km arah Barat Daya Kota Banda Aceh, Aceh pada kedalaman 34 km," ujar Rahmat.

Dijelaskan Rahmat berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas subduksi.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," tambah Rahmat.

Guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Banda Aceh pada skala III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Sabang dan Sigli II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa bumi tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Rahmat.

Hingga Senin (13/7/2020) pukul 08.11 WIB BMKG tidak melihat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gempa Aceh

Sumber : BMKG

Editor : Saeno

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top