Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Virus Flu Babi H1N1 G4, NIAID: Belum Ada Bukti Penularan Antarmanusia

National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa virus flu babi baru ini belum harus dikhawatirkan, karena tidak ada bukti penularan antarmanusia.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  10:36 WIB
Partikel virus flu babi (influenza tipe A subtipe H1N1) - NIAID
Partikel virus flu babi (influenza tipe A subtipe H1N1) - NIAID

Bisnis.com, JAKARTA – Temuan virus flu babi baru, H1N1 G4, disebut berpotensi menjadi pandemi. Hal ini menjadi momok bagi banyak orang, terutama karena masih harus menghadapi pandemi Covid-19.

Mengutip foodsafetynews.com, Jumat (10/7/2020), untuk saat ini, National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa virus flu babi baru ini belum harus dikhawatirkan, karena tidak ada bukti penularan antarmanusia.

Dr. Anthony Fauci, Director NIAID mengatakan bahwa virus flu babi G4 ini bukan ancaman dalam waktu dekat.

Virus flu babi G4 ini menginfeksi babi dan bisa menular kepada manusia yang bekerja dengan melakukan kontak langsung dengan babi.

Sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa dibandingkan dengan flu babi yang terjadi pada 2009, dan flu Spanyol pada 1918, keduanya memang bisa berpotensi mematikan dan bisa menjadi pandem, menyebar ke seluruh dunia.

Adapun, sebagai respons dari munculnya virus ini, para ilmuwan yang menulis pada jurnal National Academy of Sciences mengimbau untuk mengontrol penyebaran virus dengan mengawasi secara ketat orang-orang yang bekerja di industri pengolahan babi.

Namun, seperti layaknya virus Novel, belum ada bukti bahwa manusia juga akan imun terhadap virus G4, melihat virus ini bisa saja bermutasi dan membuatnya bisa bertransmisi antarmanusia di kemudian hari.

Pakar dari University of Washington, Carl Bergstrom mengatakan, babi sudah membawa virus H1N1 G4 sejak 2016, tapi tidak ada bukti yang menemukan bahwa ini beredar di manusia.

“Setiap indikasi virus G4 berevolusi, belum pernah ada yang sampai menyebar ke manusia, bahkan mungkin tidak akan pernah,” kata Bergstorm.

Namun, jika kemudian bisa tersebar, dunia kesehatan juga sudah tahu cara membuat vaksin untuk virus influenza seperti flu babi sebelumnya. Akan menjadi permasalahan adalah waktunya, jangan sampai jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat.

Sebelum ada Covid-19, wabah flu babi H1N1 sudah muncul pada musim semi 2009.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut bahwa virus baru ini mengandung kombinasi unik gen influenza yang sebelumnya tidak pernah teridentifikasi pada hewan maupun manusia.

Sejak 12 April 2009 sampai 10 April 2019, CDC memperkirakan ada 60,8 juta kasus terinfeksi, 274.304 dirawat, dan 12.469 kematian di Amerika Serikat saat kemunculan wabah H1N1.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Flu Babi covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top