Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pergerakan S&P 500 Membentuk Pola Golden Cross, Tanda Berakhirnya Pasar Bearish?

Pergerakan S&P 500 memberikan sinyal menarik. Apakah tren bullish semakin dekat?
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  23:43 WIB
Pergerakan pasar saham Amerika Serikat mulai menunjukkan pertanda menarik secara teknis. Apakah era bullish akan datang? (REUTERS - Andrew Kelly)
Pergerakan pasar saham Amerika Serikat mulai menunjukkan pertanda menarik secara teknis. Apakah era bullish akan datang? (REUTERS - Andrew Kelly)

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan S&P 500 memberikan sinyal menarik dari sisi teknis. Apakah ini artinya tren pasar bearish bakal berakhir?

Pada penutupan perdagangan Kamis (9/10/2020) waktu setempat, benchmark pergerakan S&P500 dalam 50 hari terakhir telah melampaui rata-rata pergerakan dalam 200 hari terakhir.

Dikutip dari Bloomberg, kondisi ini pertama kali terjadi setelah indeks terkapar habis-habisan pada akhir Maret. Pola yang dibentuk oleh pegerakan indeks S&P 500 ini disebut juga dengan golden cross.

Pola pegerakan indeks dipandang oleh sebagian analis teknis pertanda positif sebagai awalan dari reli penguatan yang berkelanjutan. Pola golden cross S&P 500 dinilai selalu menjadi akhir dari tren bearish di sejumlah bursa saham mayor dunia dalam 70 tahun terakhir.

Kendati demikian, menggunakan pola yang bekerja dengan baik di masa lalu untuk mengambil keputusan di tengah pasar saat ini bisa menjadi blunder besar. Hal tersebut sudah terjadi pada Maret, ketika para analis memprediksi S&P 500 akan rontok lebih parah, tetapi yang terjadi adalah kenaikan indeks secara signifikan.

Presiden Sundial Jason Goepfert menyatakan pihaknya telah menganalisis sinyal teknilan seperti ini selama beberapa dekade terakhir dan mendapati bahwa sinyal itu hampir tak bergund.

Contohnya, pada 2019, ketika pola golden cross muncul pada indeks S&P 500. Namun, yang terjadi setelahnya adalah penurunan besar-besaran akibat krisis Covid-19.

“Apakah hal ini berhasil atau tidak akan tergantung pada kerangka waktu seseorang,” tulisnya dalam laporan kepada klien, dikutip dari Bloomberg, Jumat (10/7/2020).

Meski begitu, dia menyatakan bahwa yang perlu dipertimbangkan sebagai pembeda pola golden cross kali ini adalah pergerakan harga saat ini menandakan pembalikan dari spread negatif di antara keduanya. Rata-rata harga 50 hari menurun lebih dari 9 persen, di bawah rata-rata 200 hari.

“Alasan terbesar untuk optimistis adalah bahwa pola ini telah membalik tren jangka menengah dan panjang yang sangat negatif, dan itu telah menghasilkan keuntungan besar selama 6—12 bulan ke depan, setiap kali dalam 70 tahun terakhir,” jelasnya.

Per pukul 11.45 EDT, Indeks S&P 500 mengalami penguatan sebesar 0,45 persen atau 14,17 poin ke level 3.166,22. Indeks bergerak pada rentang 3.166,22—3.166,87 pada perdagangan hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as saham as
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top