Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Berbincang dengan Maria Pauline, Ini Hal yang Disampaikan Yasonna Laoly

Menkumham Yasonna Laoly ikut dalam penjemputan buronan kasus pembobolan bank BNI Maria Pauline Lumowa di Serbia.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  10:43 WIB
Tersangka kasus pembobolan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk senilai Rp1,7 triliun Maria Pauline Lumowa (tengah). - Twitter Kemkumham
Tersangka kasus pembobolan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk senilai Rp1,7 triliun Maria Pauline Lumowa (tengah). - Twitter Kemkumham

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly membawa pulang tersangka pembobolan bank BNI senilai Rp1,7 triliun Maria Pauline Lumowa dari Serbia. Dalam perjalanan pulang, keduanya sempat berbincang singkat.

Tatap muka langsung Yasonna dan Maria sempat terekam dan disebarkan oleh Twitter Kemenkumham RI. Pertemuan itu terjadi saat rombongan berada dalam pesawat Garuda Indonesia saat akan bertolak ke Jakarta.

“Saya bilang saya Yasonna Laoly Menkumham. Kami akan membawa ibu berangkat ke Indonesia. Nanti sampai Indonesia akan membawa ibu ke Bareskrim Polri. Hadapi saja dengan tenang akan dilakukan dengan profesional,” kata Yasonna saat wawancara dengan Kompas TV, Kamis (9/7/2020).

Setelah obrolan itu, Maria Pauline hanya tersenyum. Kendati begitu, Yasonna melihat sosok buronan 17 tahun itu mengalami tekanan mental.

Sementara itu, beberapa saat diserahkan ke Bareskrim Polri di Serbia, Maria Pauline langsung mengenakan pakaian orange khas baju tahanan. Dia juga diborgol serta dikawal saat perjalanan pulang.

Selama penerbangan, dia dikawal secara ketat oleh aparat kepolisian. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan. Terlebih pemulangan dilakukan melalui pesawat udara.

“Sepanjang perjalanan beliau dikawal oleh Bareskrim Polri untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Kita bawa dokter, dokter dari Polri, dokter dari Kemenkumham untuk melihat menjaga kesehatan beliau,” jelas Yasonna.

Rombongan diperkirakan tiba sekitar pukul 11.00 WIB di Bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng. Pemerintah berencana menggelar konferensi pers termasuk dihadiri oleh Menko Polhukam Mahfud MD saat tiba di bandara.

Dokumen Kemenkumham

Sebagai catatan, Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta euro atau sama dengan Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Wanita kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni buronan kemenkumham
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top