Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

​Sudah Lelah Nego dengan Kreditor, Argentina Siapkan ‘Kejutan'

Tenggat waktu kesepakatan pun sudah diundur sebanyak lima kali oleh pemerintah Argentina, yang terbaru hingga 24 Juli mendatang.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  13:02 WIB
Pesawat Boeing yang dioperasikan Aerolineas Argentina terparkir di Bandara Buenoes Aires. - Sarah Pabst/Bloomberg
Pesawat Boeing yang dioperasikan Aerolineas Argentina terparkir di Bandara Buenoes Aires. - Sarah Pabst/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Argentina mempertimbangkan untuk melakukan pembayaran kupon lebih awal demi mencapai kesepakatan dengan pemegang obligasi. Hal in cukup mengejutkan karena Negeri Tango itu sudah mengulur negosiasi hingga lima kali sejak gagal bayar kupon pada Mei 2020 lalu.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (1/7/2020), pemerintah Argentina tengah mempertimbangkan pembayaran kupon akan dilakukan pada Januari dan Juli 2021. Sebelumnya, pada perundingan dengan kelompok pemegang obligasi, mereka berencana membayar kupon tersebut pada Mei dan November 2021.

Perubahan ini akan menambah jumlah net present value (npv) yang akan didapat para pemegang obligasi. Selain pembayaran kupon, Argentina juga tengah mengkaji dari sisi bunga yang masih harus dibayar (accrued interest). Di sisi lain, pembayaran yang lebih awal tidak akan membebani perekonomian Argentina.

Sebelumnya, negosiasi restrukturisasi utang antar pemerintah Argentina, yang telah sembilan kali mengalami gagal bayar (default), dengan sejumlah kelompok pemegang obligasi tidak kunjung mencapai kata sepakat. Tenggat waktu kesepakatan pun sudah diundur sebanyak lima kali oleh pemerintah Argentina, yang terbaru hingga 24 Juli mendatang.

The Ad Hoc Bondholder Group, yang terdiri dari BlackRock Inc., Ashmore Group Plc. and Monarch Alternative Capital LP, dan Exchange Bondholder Group menyatakan pihaknya sudah tidak berdiskusi terkait hal-hal penting dalam negosiasi ini sejak 17 Juni 2020 lalu. Mereka juga meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan negosiasi ini dan menyatakan kesiapannya untuk kesepakatan yang konstruktif dan saling menguntungkan,

Pekan lalu, Menteri Perekonomian Argentina Martin Guzman menyatakan, pihaknya telah mencapai kesepahaman dengan kelompok pemegang obligasi lainnya, yakni Argentina Creditors Commitee. Meski demikian, hal ini bukan berarti kedua pihak telah mencapai kesepakatan secara formal.

“Kami sedang dalam pembahasan dengan dua kelompok besar, dan telah mencapai kesepahaman pada beberapa isu penting dengan salah satu grup itu,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

argentina
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top