Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dituding Memata-Matai Wartawan, Otoritas Maroko Membantah

Dalam laporannya, Amnesty International menyebut sudah memeriksa ponsel Radi dan menduga otoritas sudah menyadapnya menggunakan spyware.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  03:30 WIB
Omar Radi, wartawan asal Maroko/Tempo/Twitter - middleeastmonitor.com
Omar Radi, wartawan asal Maroko/Tempo/Twitter - middleeastmonitor.com

Bisnis.com, JAKARTA - Amnesty International menyebut pemerintah Maroko telah memata-matai Omar Radi, wartawan yang dikenal kritis di negara tersebut

Bahkan, Amnesty International menyebut Maroko menggunakan teknologi buatan Israel dalam tindakan mata-mata tersebut.

Dalam laporannya, Amnesty International menyebut sudah memeriksa ponsel Radi dan menduga otoritas Maroko sudah menyadapnya menggunakan spyware yang dikembangkan oleh perusahaan keamanan siber NSO Group.

Namun, Otoritas Maroko menolak laporan lembaga tersebut. Situs middleeastmonitor.com mewartakan otoritas Maroko dalam pernyataan mengatakan Amnesty tidak menghubungi mereka. Laporan Amnesty diduga untuk melayani persaingan bisnis di pasar intelijen.

“Kami meminta Amnesty memberikan bukti atas tuduhan yang disebutkan agar langkah-langkah penting bisa diambil demi mempertahankan hak-hak warga negara,” demikian keterangan otoritas Maroko.

Radi dikenal pengkritik catatan HAM di Maroko. Pada Kamis, 25 Juni 2020, dia diinterograsi oleh polisi untuk membuktikan dugaan jaksa penuntut umum yang curiga dia menerima uang dari intelijen asing.

Radi bungkam dalam interograsi itu, di mana Radi menggambarkan tuduhan yang diarahkan padanya konyol. Sebelumnya pada Maret 2020, Radi dijatuhi hukuman empat bulan penjara atas tuduhan menghina seorang hakim Maroko di Twitter. Hukuman penjara itu ditangguhkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wartawan maroko Amnesty International

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top