Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendidikan Vokasi: 9 Paket ‘Nikah Massal’ SMK-Dunia Usaha dan Dunia Industri

Ribuan kepala dan guru SMK diimbau agar segera mempersiapkan diri dalam meningkatkan 'pernikahan' dengan dunia usaha dan dunia industri.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  06:36 WIB
Seorang siswi kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan internet di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kegiatan belajar dari rumah bagi pelajar di Jakarta hingga 19 April 2020, hal itu sesuai dengan perpanjangan status tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 bagi DKI hingga 19 April. - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Seorang siswi kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan internet di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kegiatan belajar dari rumah bagi pelajar di Jakarta hingga 19 April 2020, hal itu sesuai dengan perpanjangan status tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 bagi DKI hingga 19 April. - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berharap lima tahun mendatang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) banyak diminati oleh masyarakat.

Untuk itu, ribuan kepala dan guru SMK diimbau agar segera mempersiapkan diri dalam meningkatkan 'pernikahan' dengan dunia usaha dan dunia industri (dudi).

 “Harapan saya, pendidikan vokasi Indonesia menjadi semakin mumpuni, semakin kuat dan akan menghasilkan talenta-talenta Indonesia yang berdaya saing dan berkualitas tinggi, menjadi daya dorong kemajuan bangsa, menguatkan Indonesia," tutur Mendikbud Nadiem Makarim dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2020)

Sebagai manajer pada satuan pendidikan, kata Nadiem, kepala sekolah harus seperti CEO perusahaan. Harus bisa mengelola sekolahnya dalam mencari dan mengembangkan peluang kerja sama dengan industri dan dunia kerja.

Guru-guru dan instruktur harus mau berlatih dan meningkatkan kompetensinya agar terus relevan dengan kompetensi yang digunakan dan dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja.

 “Jadi penting sekali kepala, guru, instruktur SMK terbuka pada perubahan, dan melihat peluang perubahan,” imbuhnya. 

Ke depan, harap Mendikbud, pendidikan vokasi Indonesia menjadi center of excellence di dunia yang kualitas lulusannya tidak lagi diragukan.

Untuk mewujudkan hal ini, Ditjen Pendidikan Vokasi memiliki paket ‘pernikahan’ massal yang harus diterapkan oleh seluruh SMK.

Paket pertama, kurikulum disusun bersama industri, materi pelatihan dan sertifikasi di industri masuk resmi ke dalam kurikulum di sekolah.

Kedua, guru tamu dari industri rutin mengajar di sekolah.

Ketiga, program magang yang terstruktur dan dikelola bersama dengan baik.

Keempat, komitmen kuat dan resmi pihak industri menyerap lulusan.

Kelima, program beasiswa dan ikatan dinas bagi siswa.

Keenam, jembatan program di mana pihak industri memperkenalkan teknologi dan proses kerja industri yang diperlukan kepada para guru, sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh pihak industri.

Ketujuh, sertifikasi kompetensi bagi lulusan diberikan oleh sekolah bersama industri.

Kedelapan, riset bersama yaitu  riset terapan dengan guru yang berasal dari kasus nyata di industri.

Kesembilan, berbagai kegiatan atau program 'pernikahan' lainnya.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mendikbud smk Pendidikan Vokasi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top