Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luncurkan Model Bisnis Baru, Bos Nissan Janjikan Perbaikan Arus Kas

Chief Executive Officer Makoto Uchida menargetkan untuk mencapai arus kas positif selama paruh kedua tahun fiskal berikutnya atau Oktober 2021 hingga Maret 2022.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  14:27 WIB
Logo Nissan Motor di kantor pusat di Yokohama, Jepang, 13 Februari 2020. / REUTERS
Logo Nissan Motor di kantor pusat di Yokohama, Jepang, 13 Februari 2020. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Nissan Motor Co. tengah berupaya memperbaiki arus kas agar dapat kembali membayar dividen.

Chief Executive Officer Makoto Uchida yang mengambil kemudi Nissan pada Desember tahun lalu mengatakan tujuannya adalah untuk mencapai arus kas positif selama paruh kedua tahun fiskal berikutnya atau Oktober 2021 hingga Maret 2022.

Pada pertemuan pemegang saham hari ini, dia mengatakan Nissan menerapkan pembekuan gaji untuk manajer senior selama setidaknya enam berbulan-bulan karena berusaha untuk mengubah bisnis.

Upaya tersebut merupakan bagian dari pemangkasan biaya tetap tahunan sebesar 300 miliar yen (US$2,8 miliar). Perusahaan memperkenalkan model baru untuk memulai penjualan setelah melaporkan kerugian 671 miliar yen untuk tahun fiskal terbaru, defisit pertama dalam satu dekade dan terbesar dalam 20 tahun.

Kini pandemi virus Corona menambah risiko kerugian yang dialami Nissan, setelah tahun lalu menghadapi masa bergejolak usai penangkapan mantan direktur Carlos Ghosn. Meski demikian, Uchida mengatakan Nissan memiliki cukup dana untuk melewati krisis.

"Saya akan mengembalikan pertumbuhan Nissan ke jalurnya. Kami akan melakukan upaya terbaik untuk melanjutkan pengembalian pemegang saham sesegera mungkin," kata Uchida, dilansir Bloomberg, Senin (29/6/2020).

Dividen ini penting bagi Renault SA, mitra aliansi Nissan selama 20 tahun sekaligus pemegang saham sebesar 43 persen. Pembuat mobil Prancis ini juga memangkas biaya dan dividen karena permintaan mobil secara global juga terpukul.

Uchida menekankan pentingnya pasar Jepang dengan mengatakan bahwa perusahaan akan memperkenalkan dua kendaraan listrik dan empat model e-Power pada akhir 2023.

"Meningkatkan kehadiran Nissan di pasar dalam negeri sangat penting," katanya.

Sebagai bagian dari perombakan, pembuat mobil itu menghilangkan ratusan pekerjaan di pabrik Sunderland di Inggris timur laut dan menutup pabrik-pabrik Barcelona. Nissan juga mengurangi sekitar 400 pekerjaan di Brasil dan sekitar 200 pekerjaan di Meksiko.

Pada pertemuan yang diadakan di kantor pusatnya di Yokohama, Nissan mengurangi jumlah kursi menjadi sekitar 400 dan menjadikannya terpisah sebagai bagian dari tindakan pencegahan untuk mencegah risiko infeksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan renault manajemen arus kas

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top