Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Australia Catat Lonjakan Kasus Baru Covid-19, Terbesar Sejak April

Negara bagian Victoria mencatat 33 kasus dalam 24 jam terakhir hingga Kamis (25/6/2020) pagi waktu setempat, sementara New South Wales melaporkan 4 kasus.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  10:18 WIB
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) -  Bloomberg/ Brendon Thorne
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) - Bloomberg/ Brendon Thorne

Bisnis.com, JAKARTA – Australia mencatat lonjakan kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) tebesar dalam dua bulan. Fakta ini meningkatkan risiko bagi Negeri Kanguru untuk memasuki gelombang kedua Covid-19.

Negara bagian Victoria mencatat 33 kasus dalam 24 jam terakhir hingga Kamis (25/6/2020) pagi waktu setempat, sementara New South Wales melaporkan 4 kasus.

Kendati negara bagian dan teritori lain belum merilis angka harian mereka, sebagian besar telah berupaya untuk membendung wabah virus mematikan ini.

Total jumlah 37 kasus yang tercatat di dua negara bagian terpadat di Australia tersebut adalah jumlah tertinggi secara harian sejak mencatat 41 kasus pada 19 April.

Victoria menjadi kekhawatiran terbesar bagi otoritas kesehatan. Pada Rabu (24/6/2020), negara bagian ini meminta bantuan militer untuk mengatasi lonjakan kasus.

Personel Angkatan Pertahanan Australia menyediakan keamanan di hotel-hotel Melbourne di mana orang-orang yang kembali dari luar negeri harus melakukan karantina wajib.

Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews juga telah meminta bantuan dari negara-negara bagian lain untuk membantu meningkatkan pengujian dan pelacakan kontak, menyusul kenaikan angka kasus sebesar dua digit selama sembilan hari berturut-turut.

“Pengujian ini adalah tentang menemukan semua orang yang terkena virus ini, kemudian meminta mereka melakukan karantina di rumah mereka dengan dukungan yang layak,” tutur Andrews kepada wartawan di Melbourne pada Kamis, seperti dilansir dari Bloomberg.

Lebih lanjut, dia menyatakan ketimbang menunggu angka transmisi komunitas yang tidak berkelanjutan untuk diketahui, pihaknya akan mendatangi pintu ke pintu untuk menangani virus Corona dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan kepada wartawan bahwa kendati wabah di pinggiran kota Melbourne menciptakan "beberapa tantangan", negara itu menghadapi Covid-19 dengan lebih baik ketimbang hampir semua negara di dunia.

Australia telah berhasil membatasi jumlah total kasus virus corona menjadi sekitar 7.550 dengan menutup perbatasan internasional dan negara bagian, mengkarantina penduduk yang baru kembali dari wiayah lain di hotel-hotel, menerapkan pembatasan jarak sosial, serta melakukan pengujian dan penelusuran yang luas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top