Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siapkan Kurikulum Masa Pandemi, Kemendikbud Sesuaikan 2 Hal Ini

Kemendikbud membebaskan sekolah untuk menyesuaikan kurikulum sesuai konsep Merdeka Belajar dalam 3 bulan terakhir. Namun, hasilnya kurang efektif.
Devi Sri Mulyani
Devi Sri Mulyani - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  15:42 WIB
Seorang siwa tengah mengerjakan tugas sekolah dari rumah di Bandung. - Bisnis/Dea Andriyawan
Seorang siwa tengah mengerjakan tugas sekolah dari rumah di Bandung. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 2 penyesuaian terkait kegiatan belajar dan mengajar pada tahun ajaran 2020/2021.

Langkah itu direalisasikan sejalan dengan dimulainya penerimaan peserta didik baru mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA dan SMK sejak awal Mei lalu dan akan berakhir pada minggu kedua Bulan Juli 2020.

Plt. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, dalam video konferensinya pada Rabu (24/6/2020), menjelaskan bahwa di tengah pandemi atau dalam 3 bulan terakhir pihaknya menyerahkan penyesuaian kurikulum kepada guru dan kepala sekolah sesuai dengan konsep merdeka belajar.

Merdeka belajar memberikan peluang kepada guru dan kepala sekolah untuk menyesuaikan kurikulum dengan mengidentifikasi materi-materi esensial yang ada didalam kompetensi dasar di setiap tingkatan sekolah.

Di sisi lain, jelasnya, komisi perlindungan anak Indonesia atau KPAI juga merekomendasikan kurikulum di masa pandemi Covid-19. Namun, implementasi kurikulum yang disesuaikan itu masih terkendala oleh adaptasi sekolah.

“Ternyata hanya ada 20 persen sekolah yang melakukan adaptasi. Untuk itu, pada semester depan Kemendikbud melalui pusat kurikulum sedang menyiapkan 2 hal,” jelas Hamid.

Pertama, kata dia, adalah penyesuaikan KDKD atau Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar, agar tidak terlalu berat bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah.

Kedua, penyiapan modul-modul. Modul pembelajaran ini nantinya bisa dipakai siswa untuk belajar secara mandiri.

Modul ini tidak sama dengan buku pelajaran sekolah, tetapi modul ini akan lebih ringkas dan bisa dipelajari oleh siswa.

“Bersamaan dengan modul ini, kami juga akan menyiapkan materi berupa video pembelajaran, salah satunya berisi praktek-praktek baik yang selama ini dilakukan oleh guru,” pungkas Hamid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan kemendikbud
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top