Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jadi Calon Anggota Komisaris BEI, Pandu Sjahrir Bakal Ajak Startup Masuk ke Bursa

Informasi tersebut didapat dari surat OJK bernomor S.169/D.04/2020 yang beredar Jumat (19/6/2020). Terkait kabar penunjukkan ini, Pandu menyampaikan dirinya ingin mengajak lebih banyak perusahaan startup dan teknologi masuk ke bursa
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  15:23 WIB
Pandu Sjahrir
Pandu Sjahrir

Bisnis.com, JAKARTA - Investor startup yang merupakan pendiri perusahaan modal ventura Indies Capital dan AC Ventures, Pandu Patria Sjahrir masuk dalam jajaran calon anggota Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI).

Informasi tersebut didapat dari surat OJK bernomor S.169/D.04/2020 yang beredar Jumat (19/6/2020).

Dikutip dari Antara, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi membenarkan surat tersebut. "Iya benar," ujarnya, Senin (22/6/2020).

OJK menetapkan lima calon anggota dewan komisaris Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023 untuk diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BEI Tahun 2020 pada 30 Juni 2020

Terkait kabar penunjukkan ini, Pandu menyampaikan dirinya ingin mengajak lebih banyak perusahaan startup dan teknologi masuk ke bursa.

Pandu mengatakan sebagai calon anggota konisaris BEI dia ingin menggandeng perusahaan-perusahaan startup dan teknologi untuk bisa menjadi emiten di pasar modal kita. terangnya dalam keterangan tertulis pada media.

Selain Pandu, terdapat nama-nama lain seperti John Aristiato Prasetio sebagai Komisaris Utama, Mohammad Noor Rachman Soejoeti, Heru Handayanto, dan Karman Pamurahardjo sebagai Komisaris. Kelima calon tersebut telah dinyatakan lolos fit and proper test dari OJK.

Pandu yang juga merupakan CEO SEA Group Indonesia, mencontohkan keberhasilan SEA sebagai perusahaan game Asia Tenggara yang dikenal dengan Garena pernah sukses melantai ke bursa saham di New York pada tahun 2017. Hingga saat ini, kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari US$8 miliar atau setara Rp112 triliun.

Masuknya perusahaan-perusahaan startup dan teknologi di bursa saham ini diharapkan dapat mendorong kemajuan ekonomi digital di Indonesia karena dapat menjadi perantara perusahaan startup untuk mendapatkan modal dan mendorong perusahaan startup untuk menerapkan good corporate governance (GCG), salah satunya dengan IPO (Initial Public Offering).

“Dengan masuk ke bursa saham, perusahaan startup akan didorong untuk lebih terbuka dan akuntabel,” jelas Pandu yang saat ini juga menjabat sebagai Dewan Komisaris Gojek, startup pertama di Indonesia yang bergelar Decacorn.

Decacorn adalah istilah yang diberikan kepada perusahaan rintisan digital dengan valuasi lebih dari 10 miliar dollar AS atau setara Rp 141 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei StartUp
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top