Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Tolak Permohonan Tambahan Kuota Penerbangan Maskapai China

AS telah menyampaikan kepada pejabat pemerintah China bahwa langkah tersebut hanya merupakan masalah prosedural saja dan tidak boleh dipandang sebagai eskalasi ketegangan perdagangan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  12:07 WIB
China Airlines - wikipedia
China Airlines - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat menolak permohonan penambahan kuota penerbangan yang diajukan maskapai penerbangan China.

Akan tetapi, mereka mengatakan mereka akan mempertimbangkan kembali keputusan tersebut jika pemerintah Beijing menyesuaikan kebijakannya yang memengaruhi maskapai komersil asal AS.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (19/6/2020), Departemen Perhubungan AS mengatakan pihaknya tidak menyetujui jadwal layanan yang diajukan oleh empat maskapai berbasis di China yang saat ini diizinkan untuk membuka empat penerbangan gabungan ke AS setiap pekan, ditambah proposal tambahan yang diajukan oleh tiga maskapai Cina lainnya.

“Keputusan ini secara efektif merupakan tindakan administratif yang dirancang untuk mempertahankan paritas dalam layanan penumpang terjadwal antara AS dan operator China,” ungkap Departemen Perhubungan dalam pengumuman awal pekan ini.

Para pejabat AS telah menyampaikan kepada pejabat pemerintah China bahwa langkah tersebut hanya merupakan masalah prosedural saja dan tidak boleh dipandang sebagai eskalasi ketegangan perdagangan.

Departemen menambahkan bahwa pihaknya terus menunjukkan kesediaan untuk meninjau kembali keputusan tersebut jika otoritas penerbangan China menyesuaikan kebijakan mereka untuk kepentingan hak-hak bilateral kedua negara.

Perwakilan dari Administrasi Penerbangan Sipil China dan tiga maskapai penerbangan yang saat ini mengoperasikan layanan penumpang terjadwal ke AS, Air China Ltd., China Southern Airlines Co, dan China Eastern Airlines Corp, beum memberikan komentar.

Sementara itu, perwakilan Xiamen Airlines Co., yang mengoperasikan penerbangan mingguan dari kota China tenggara ke Los Angeles, menolak memberikan komentar.

Diijinkannya empat penerbangan ke AS dalam beberapa pekan terakhir diputuskan setelah berminggu-minggu pertikaian diplomatik dalam penerbangan penumpang antara kedua negara ketika pemerintahan Trump menggandakan jumlah kegiatan yang diizinkan ke dan dari AS oleh maskapai yang berbasis di China.

AS sebelumnya mengancam akan menghentikan semua penerbangan dari China jika pemerintah Beijing tidak berhenti melarang maskapai-maskapai AS.

Tiga maskapai penerbangan AS yang telah menghentikan penerbangan ke China awal tahun ini karena pandemi Covid-19 ingin memulai kembali layanannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china maskapai penerbangan

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top