Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Spanyol Mulai Izinkan Wisatawan Inggris Masuk Tanpa Karantina

Kebijakan Spanyol itu akan mulai berlaku sejak hari ini, Minggu (21/6/2020). Inggris merupakan membuka salah satu pasar wisata terbesar bagi Spanyol.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  18:25 WIB
Sepasang suami istri memakai masker pelindung saat berjalan di jalan Postas yang luar biasa sepi di pusat kota Madrid, Spanyol, 13 Maret 2020. / REUTERS
Sepasang suami istri memakai masker pelindung saat berjalan di jalan Postas yang luar biasa sepi di pusat kota Madrid, Spanyol, 13 Maret 2020. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya menyatakan bahwa pihaknya akan mengizinkan wisatawan asal Inggris masuk tanpa perlu menjalani karantina selama dua pekan.

Kebijakan pemerintah Spanyol itu akan mulai berlaku sejak hari ini, Minggu (21/6/2020). Spanyol membuka salah satu pasar wisata terbesarnya setelah negara itu terdampak pandemi Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2).

Kendati begitu, aturan karantina di Inggris saat ini masih mewajibkan orang yang dari luar negeri menjalani karantina dua minggu. Aturan itu kemungkinan menyurutkan minat warga Inggris yang ingin berpelesir.

Inggris akan meninjau kembali aturan karantinanya pada 29 Juni atau tiga minggu setelah kebijakan itu berlaku.

"Kami akan mengizinkan warga Inggris masuk Spanyol sebagaimana negara anggota Uni Eropa atau wilayah Schengen lainnya mulai 21 Juni dengan bebas dan tanpa kewajiban karantina," kata Gonzalez Laya saat diwawancarai BBC News, seperti dilansir Antara, Minggu (21/6/2020).

Spanyol pada Minggu akan mengakhiri status darurat, setelah pertama kali ditetapkan pada 14 Maret 2020. Pemerintah setempat akan membuka perbatasan dengan anggota Uni Eropa (EU) dan negara-negara di wilayah Schengen demi meningkatkan pendapatan industri pariwisata.

Gonzalez Laya mengatakan pendatang asal Inggris juga akan menjalani prosedur pemeriksaan tiga tahap sebagaimana warga EU lainnya. Tiga tahap pemeriksaan itu meliputi pengecekan daerah asal, suhu tubuh, dan kontak bilamana mereka perlu dilacak keberadaannya.

"Kami ingin memastikan kami menyambut para pendatang, tetapi semua itu dilakukan dengan standar keselamatan dan keamanan yang juga berlaku untuk warga Spanyol," kata Gonzalez Laya.

Spanyol masih membahas dengan perwakilan Inggris terkait pencabutan aturan wajib karantina untuk warga Spanyol ke Inggris, kata dia.

Meskipun belum ada respons yang sama dari Pemerintah Inggris, Spanyol tetap akan membuka perbatasannya untuk "400.000 warga Inggris yang juga punya status kependudukan di Spanyol", serta mereka yang "segera ingin memanfaatkan keuntungan" status tersebut.

Juru bicara pemerintah Inggris mengatakan kewajiban karantina untuk pendatang masih berlaku.

"Jalur perjalanan internasional jadi salah satu poin yang dipertimbangkan Pemerintah Inggris, tetapi itu belum mengubah kebijakan yang berlaku saat ini," kata juru bicara.

Menurutnya, Inggris masih terus berkomunikasi dengan pemerintah negara lain terkait banyak isu. Oleh karena itu, pihaknya belum akan memberi keterangan lebih lanjut.

Jumlah warga Inggris menyumbang sedikitnya seperlima dari total 80 juta wisatawan mancanegara yang mengunjungi Spanyol tiap tahun.

Otoritas di Inggris mencatat lebih dari 42.500 orang meninggal akibat Covid-19. Sementara itu, korban jiwa di Spanyol mencapai lebih dari 28.300 jiwa. Inggris dan Spanyol merupakan negara yang paling parah terdampak Covid-19.

Spanyol akan membuka perbatasan dengan Portugal pada 1 Juli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spanyol inggris

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top