Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF : Arus Imigrasi Bakal Pacu Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju

International Monetary Fund (IMF) menyatakan aliran imigran ke negara maju bakal memompa produktivitas dan produksi dalam jangka pendek dan medium.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 20 Juni 2020  |  10:45 WIB
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— International Monetary Fund (IMF) menyatakan aliran imigran ke negara maju bakal memompa produktivitas dan produksi dalam jangka pendek dan menengah.

Dalam laporannya, dikutip Bloomberg, Sabtu (20/6/2020), IMF menyebutkan setiap 1 persen kenaikan laju imigran terhadap total pekerjaan di negara maju setidaknya bakal meningkatkan produksi hampir 1 persen pada tahun kelima.

Laporan yang berjudul ‘World Economic Outlook’ ini juga mengungkapkan kenaikan produktivitas para imigran tersebut berdampak positif terhadap rata-rata pendapatan pekerja lokal.

Laporan ini terbit tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewacanakan untuk membatasi visa imigrasi berbasis pekerjaan ketika AS masih bergulat dengan pandemi Covid-19.

Dia mengklaim rencana itu untuk melindungi warga AS dari ketatnya persaingan dari tenaga kerja asing di tengah tingginya angka pengangguran di Negeri Paman Sam ini. Imigrasi juga menjadi isu yang memicu percepatan di Eropa dan menjadi salah satu alasan Inggris keluar dari Uni Eropa.

IMF mengemukakan imigran di negara-negara maju berkontribusi sekitar 12 persen dari total populasi, atau naik dari 7 persen pada 1990. Lembaga donor internasional ini bahkan memprediksi kontribusi imigran akan terus naik selama 30 tahun ke depan di tengah melesatnya populasi di negara berkembang.

Negara maju terus menjadi pilihan bagi masyarakat untuk bermigrasi karena produk domestik bruto per kapitanya lima kali lebih tinggi dibandingkan negara-negara kurang maju dan berkembang.

Meskipun laporan ini menyatakan bahwa migrasi memiliki dampak positif jika dikelola dengan baik, lembaga ini tidak mempertimbangkan fenomena lainnya yakni meningkatnya persaingan bagi pekerja lokal atas kedatangan pekerja asing ini.

IMF juga mendesak negara-negara maju untuk melakukan pelatihan dan program pendidikan untuk para imigran supaya kedatangan mereka dapat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imf

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top