Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF Kucurkan Dana Bantuan US$5 Miliar untuk Ukraina

Penyaluran dana bagian (tranche) pertama sebesar US$2,1 miliar akan dilakukan sesegera mungkin.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  13:20 WIB
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – International Monetary Fund (IMF) menyetujui pemberian bantuan dana sebesar US$5 miliar kepada Ukraina setelah melalui proses perundingan yang memakan waktu bulanan.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg pada Rabu (10/6/2020), penyaluran dana bagian (tranche) pertama akan dilakukan sesegera mungkin. Adapun jumlah dana yang akan diberikan pada tranche pertama adalah sebesar US$2,1 miliar.

Jumlah bantuan yang diberikan kepada Ukraina menyusut dari rencana awal. Sebelumnya, Ukraina meminta dana sebesar US$ 8 miliar dan pelunasan utang selama tiga tahun. Sedangkan, pelunasan utang yang disepakati akan dilakukan dalam 18 bulan.

Dana bantuan IMF ini amat dibutuhkan oleh Ukraina untuk menutupi defisit anggaran. Defisit anggaran Ukraina melonjak tiga kali lipat setelah pemerintah menambah kebijakan stimulus untuk mendukung perekonomian negara tersebut di tengah pandemi virus corona.

Ukraina telah meminta dana bantua sejak tahun lalu untuk meningkatkan cadangan kasnya dan meyakinkan investor akan program perombakan ekonominya. Namun, sejumlah persyaratan yang diajukan IMF, seperti penghapusan moratorium penjualan lahan pertanian dan kebijakan yang melindungi bank terbesar di Ukraina dari proses nasionalisasi, memakan waktu cukup lama untuk dipenuhi.

Managing Director IMF Kristalina Georgieva mengatakan, dana ini akan digunakan Ukraina untuk menjaga stabilitas fiskal dalm jangka menengah. Bantuan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk menjaga independensi bank sentral Ukraina serta menjaga nilai tukar tetap fleksibel.

“Reformasi kebijakan untuk mencegah tindak korupsi dan meningkatkan tata kelola pemerintahan menjadi hal penting untuk meningkatkan stabilitas ekonomi makro dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, IMF juga telah memperkirakan perekonomian Ukraina akan terkontraksi 8,2 persen. Dengan perjanjian dengan IMF, Ukraina kini juga dapat meminta bantuan dana dari Bank Dunia dan Uni Eropa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imf ukraina
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top