Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Markus Braun Mundur dari Jabatan CEO Wirecard

Braun mundur dalam hitungan hari usai Wirecard merugi besar lantaran kasus penipuan yang duduk perkaranya masih dalam proses investigasi.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  19:30 WIB
Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti
Suasana menjelang sore di kawasan Romerberg, Frankfurt/Jerman, ketika virus corona (Covid/19) mulai menyebar di negara/negara di kawasan Eropa awal Februari 2020. BISNIS.COM/Nurbaiti

Bisnis.com, JAKARTA - Markus Braun resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi CEO perusahaan asal Jerman Wirecard AG, Jumat (19/6/2020). Pengunduran diri tersebut pun telah efektif sejak tanggal diumumkannya. 

Pengunduran diri Braun terjadi hanya beberapa hari usai perusahaan diketahui kehilangan uang kas senilai 1,9 miliar euro alias setara USS 2,1 miliar karena kasus penipuan. Akibat kerugian tersebut, saham perusahaan multinasional  yang bergerak di bidang solusi pembayaran digital itu terus mengalami penurunan signifikan selama hampir 48 jam terakhir.

Saat artikel ini dirilis, Jumat (19/6/2020) petang posisi saham Wirecard AG di Bursa Jerman berada pada level 26,05 euro per lembar. Padahal, di akhir perdagangan 17 Juni 2020 misal, saham Wirecard AG diketahui masih berada di angka 104,5 euro per lembar.

Wirecard AG, yang pada September 2018 ditaksir punya valuasi 24,6 miliar euro, kini juga cuma punya valuasi 2,4 miliar euro, demikian menurut laporan terbaru Bloomberg.

Atas pengunduran diri Braun, perusahaan kemudian telah mengumumkan bahwa James Freis merupakan sosok yang ditunjuk sebagai CEO interim pengganti Braun oleh Dewan Direksi dan Komisaris perusahaan.

Dengan kondisi serba menyulitkan ini, Fries bakal punya PR berat untuk mengangkat kondisi perusahaan. Apalagi, situasi saat ini bikin kerja sama mereka dengan berbagai mitra internasional dibatalkan sepihak.

Terakhir adalah Bank of the Philippine Islands yang menyatakan bahwa mereka tak ingin melanjutkan dulu kerja sama dengan Wirecard sampai investigasi di Jerman selesai. Saat ini perusahaan tersebut tengah diselidiki oleh otoritas Jerman.

Menurut laporan Bloomberg, penurunan nilai saham yang dialami Wirecard merupakan salah satu yang terburuk dalam sejarah bursa Jerman satu dekade terakhir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa eropa jerman filipina

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top