Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di tengah Pandemi Covid-19, Masyarakat Adat Disarankan Gunakan Pengobatan Alternatif

Karena tidak terjangkau fasilitas kesehatan dari pemerintah, masyarakat adat disarankan menggunakan pengobatan alternatif meningkatkan kekebalan serta mengobati dampak serangan Covid-19.
Devi Sri Mulyani
Devi Sri Mulyani - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  14:57 WIB
Butet Manurung saat mengajar anak-anak Suku Anak Dalam - Antaranews.com
Butet Manurung saat mengajar anak-anak Suku Anak Dalam - Antaranews.com

Bisnis.com, JAKARTA - Karena tidak terjangkau fasilitas kesehatan dari pemerintah, masyarakat adat disarankan menggunakan pengobatan alternatif meningkatkan kekebalan serta mengobati dampak serangan Covid-19.

Pandemi Covid-19 menyerang hampir semua tatanan kehidupan masyarakat, tidak terkecuali masyarakat adat di Indonesia.

Masyarakat adat dalam sejarah berulangkali mengalami wabah penyakit dalam skala besar yang mengakibatkan berkurangnya penduduk. Hal tersebut karena layanan kesehatan tidak merata, perubahan gaya hidup, banyak yang rentan terhadap penyakit.

“Pelopor khusus PBB, UN Special Rapporteur, Jose Franscisco Call Tzay menjelaskan bahwa dampak Covid-19 dan pemberlakuan lockdown semakin membuat masyarakat ada terpinggirkan dan posisi yang sangat rentan.” Ujar Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid menjelaskan melalui diskusi daring pada Kamis (11/6/2020).

Namun disisi lain banyak masyarakat yang lebih otonom, menperlihatkan keunggulannya dalam menghadapi pandemi, karena kemampuannya mengelola pangan, kesehatan, dan kohesi sosial.

“Masyarakat adat juga berperan sentral dalam pembentukan tatanan kehidupan baru. Dan berbicara mengenai tatatan hidup baru, artinya kita bicara menyeluruh di segala bidang seperti masalah sosial, ekonomi, dan lain sebagainya” Ujar Hilmar

Hilmar menjelaskan jika saat ini fokusnya adalah kepada kesehatan. “Karena masyarakat adalah pengumpul dan pemilik khazanah pengetahuan di bidang kesehatan yang luar biasa. Dan sekarang ada istilah pengobatan alternatif”

Pengobatan alternatif merupakan pendekatan dalam kesehatan yang melihat manusia secara utuh dengan melihat faktor fisik, mental, spiritual, sosial, lingkungan hidup, dan menggabungkan ilmu kesehatan modern.

“Laporan WHO 2019 mengatakan jika 179 negara di dunia telah mengintegrasikan TCM dalam sistem pengobatan mereka. Namun investasi di bidang ini masih perlu ditingkatkan” ujar Hilmar.

Prakter yang paling banyak dalam pengobatan alternatif adalah akupuntur, dan obat herbal. Dan Saat ini sedang dikembangkan untuk mengatasi Covid-19.

“Covid-19 membuat orang menyadari bahwa pengobatan integratif ini perlu tempat lebih besar. Ini merupakan kesadaran baru yang muncul di mana-mana. Dan waktunya sangt tepat diadakan dalam pembahasan saat ini”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masyarakat adat covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top