Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspansi Zara, Inditex Berencana Investasi US$1 Miliar per Tahun

Raksasa fesyen di belakang brand ternama seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull & Bear ini mengumumkan rencana untuk menginvestasikan 900 juta euro (US$1 miliar) per tahun hingga 2022.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Juni 2020  |  15:36 WIB
Toko Zara, salah satu brand andalan Inditex. Perusahaan asal Spanyol ini  mengumumkan rencana untuk menginvestasikan 900 juta euro (US1 miliar) per tahun hingga 2022 di tengah pandemi virus corona (covid-19). - Bloomberg
Toko Zara, salah satu brand andalan Inditex. Perusahaan asal Spanyol ini mengumumkan rencana untuk menginvestasikan 900 juta euro (US1 miliar) per tahun hingga 2022 di tengah pandemi virus corona (covid-19). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Inditex mengambil langkah berani dengan merencanakan investasi senilai ratusan juta euro di tengah hantaman pandemi virus corona (Covid-19).

Raksasa fesyen di belakang brand ternama seperti Zara, Massimo Dutti, dan Pull & Bear ini mengumumkan rencana untuk menginvestasikan 900 juta euro (US$1 miliar) per tahun hingga 2022.

Selama tiga tahun ke depan, Inditex berencana mengucurkan 1 miliar euro untuk investasi online dan 1,7 miliar euro dalam ekspansi toko.

Rencana ini dibuat demi meningkatkan operasi e-commerce perusahaan dan memperluas ruang toko bahkan ketika pandemi virus mematikan tersebut meredupkan prospek ritel pakaian.

Perusahaan bertujuan meraup lebih dari seperempat penjualannya dari web pada tahun 2022 setelah pertumbuhan pendapatan online membantu mengurangi penurunan penjualan pada kuartal pertama sebesar 44 persen. Inditex menunda dividen bonus khusus setelah melaporkan kerugian kuartalan pertamanya sejak go public dua dekade lalu.

Setelah lockdown di banyak negara menyebabkan penutupan hampir 90 persen toko-toko Inditex pada April, perusahaan sudah mencermati strategi bagaimana dapat melampaui para pesaingnya dan mendapatkan pangsa pasar di dunia pasca-lockdown.

Rencana tersebut diumumkan sebelum adanya tanda-tanda rebound pada outlet ritel. Total pendapatan perusahaan telah turun 51 persen pada Mei dan 34 persen pada awal Juni, tanpa memperhitungkan perubahan nilai tukar mata uang.

Di sini, aktivitas online telah menjadi penyelamat para peritel. Aktivitas e-commerce meningkat hampir dua kali lipat pada bulan April. Sebagian besar dari lockdown di pasar-pasar utama Inditex, seperti Spanyol dan Italia, terjadi pada bulan ini.

Lebih dari tiga perempat tokonya kini telah dibuka setelah aturan pembatasan sosial dilonggarkan. Di pasar-pasar yang telah sepenuhnya dibuka kembali, penjualan turun 16 persen dalam beberapa hari pertama Juni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel zara peritel
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top