Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terdampak Covid-19, British Airways Ancam Pecat 4.300 Pilot

Ancaman itu bakal direalisasikan jika serikat pilot Inggris menolak menyetujui kesepakatan yang ditawarkan oleh British Airways.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 07 Juni 2020  |  05:56 WIB
British Airways. - Reuters/Paul Hackett
British Airways. - Reuters/Paul Hackett

Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai British Airways memperingatkan bahwa mereka akan memecat seluruh pilotnya dan mempekerjakan mereka kembali dengan sistem kontrak jika serikat pilot menolak menyetujui kesepakatan yang ditawarkan.

Sekretaris Jenderal British Airline Pilots' Association (Balpa) Brian Strutton menyatakan British Airways mengancam bakal memecat 4.300 pilotnya. Saat ini, perusahaan tersebut tengah bernegosiasi untuk memangkas 1.130 pilot yang diwakili oleh Balpa.

"Hal ini sangat memengaruhi perkembangan pembicaraan kami. Langkah tersebut membuat kami mempertanyakan apakah British Airways bahkan mampu melaksanakan hubungan industrial dengan benar dan apakah apapun yang mereka sampaikan bisa dipercaya," paparnya seperti dilansir Bloomberg, Minggu (7/6/2020).

Sementara itu, perwakilan British Airways menegaskan pihaknya berupaya untuk melindungi sebanyak mungkin karyawannya dan menyatakan bahwa industri aviasi tengah menghadapi perubahan struktural terbesar dalam sejarah sekaligus menghadapi lemahnya ekonomi global. Secara keseluruhan, maskapai ini sedang dalam proses memangkas 12.000 pekerjaan.

Dalam upaya mempertahankan rencana membuka kembali layanannya pada Juli 2020, induk usaha British Airways yakni IAG SA, telah mengirimkan surat menolak rencana karantina kepada Departemen Dalam Negeri Inggris. Langkah tersebut dapat berujung di meja hijau.

Surat itu, yang turut ditandatangani oleh Ryanair Holdings Plc dan EasyJet Plc, menggarisbawahi dampak rencana karantina terhadap para pengguna layanan transportasi dari negara-negara dengan angka infeksi Covid-19 yang lebih rendah dari Inggris serta pengaruhnya yang cenderung lebih besar bagi mereka yang berasal dari Inggris ketimbang Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Ryanair dan EasyJet adalah dua maskapai Low-Cost Carrier (LCC) terbesar Eropa.

Adapun rencana karantina yang dimaksud adalah kebijakan yang mewajibkan para wisatawa untuk dikarantina selama 14 hari. Dalam surat dari IAG, disebutkan bahwa kewajiban ini bahkan lebih ketat dibandingkan aturan bagi mereka yang sudah positif terpapar Covid-19.

Mengacu ke data Johns Hopkins University, per Minggu (7/6) pukul 05.56 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 di Inggris sudah menembus 286.294.

Secara keseluruhan, maskapai-maskapai Eropa telah mengindikasikan bakal memangkas lebih dari 50.000 posisi karena terdampak pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

british airways maskapai penerbangan Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top