Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Batasi Maskapai China Terbang 2 Kali Seminggu, China Izinkan Maskapai AS Sekali Seminggu

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menetapkan batasan baru bagi perusahaan penerbangan China. Hal itu sebagai tanggapan dari langkah China yang membatasi maskapai penerbangan AS untuk satu penerbangan per minggu. Departemen Transportasi AS mengatakan pihaknya hanya akan mengizinkan dua penerbangan dalam seminggu untuk seluruh maskapai penerbangan China.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 Juni 2020  |  11:25 WIB
Pesawat Air China di Bandara Internasional Beijing, 11 July 2011. - REUTERS/David Gray
Pesawat Air China di Bandara Internasional Beijing, 11 July 2011. - REUTERS/David Gray

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menetapkan batasan baru bagi perusahaan penerbangan China. Hal itu sebagai tanggapan dari langkah China yang membatasi maskapai penerbangan AS untuk satu penerbangan per minggu. Departemen Transportasi AS mengatakan pihaknya hanya akan mengizinkan dua penerbangan dalam seminggu untuk seluruh maskapai penerbangan China.

Kebijakan terbaru itu akan mengurangi setengah jumlah operasi ke dan dari AS oleh empat maskapai penerbangan China yang telah melanjutkan rute tersebut setelah pengurangan jadwal yang parah karena wabah Covid-19.

Departemen Transportasi menemukan bahwa Otoritas Penerbangan Sipil China terus menghalangi para operator AS dari sepenuhnya menggunakan hak-hak berdasarkan perjanjian yang menjamin akses penerbangan yang ditandatangani oleh kedua negara.

"Kami menemukan bahwa keadaan ini mengharuskan kami mengembalikan keseimbangan kompetitif dan kesempatan yang adil dan setara antara AS dan maskapai penerbangan China di pasar layanan penumpang terjadwal," kata departemen tersebut dalam pernyataannya, dilansir Bloomberg, Sabtu (6/6/2020).

Tindakan ini adalah yang terbaru dari serangkaian langkah antara kedua negara terkait perdagangan, pandemi Virus Corona dan kerusuhan di Hong Kong. China baru-baru ini menghentikan beberapa impor pertanian setelah Presiden Donald Trump mengancam langkah-langkah terhadap Hong Kong. Kesepakatan perdagangan fase satu antara kedua negara pun dalam bahaya, bersama dengan miliaran dolar dalam penjualan pesawat Boeing Co.

Kedutaan besar China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar. Airlines for America, grup dagang untuk operator besar mengatakan berkomitmen untuk memastikan operator AS memiliki kesempatan yang adil dan setara untuk mengakses pasar China.

Sebelumnya, AS pada Rabu lalu mengeluarkan perintah untuk melarang semua penerbangan dari operator China, jika negara itu tidak setuju untuk mengizinkan maskapai penerbangan AS melanjutkan penerbangan di sana. United Airlines Holdings Inc., Delta Air Lines Inc. dan American Airlines Group Inc. berhenti terbang ke China pada Februari ketika pandemi menyebar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat perang dagang AS vs China
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top