Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dalam Pandemi Virus Corona, Nissin Gencar Rilis Produk Baru

Nissin telah merilis mie instan rasa kari dan stik kentang dengan rasa saus XO ditengah kenaikan permintaan yang terjadi. CEO Nissin Kiyotaka Ando mengatakan, kebijakan social distancing karena pandemi virus corona telah memunculkan kebiasaan baru dalam mengkonsumsi makanan yang akan bertahan lama setelah pandemi ini usai.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  13:08 WIB
Mi instan PT Nissin Food Indonesia. Istimewa
Mi instan PT Nissin Food Indonesia. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan mie instan Nissin Foods Co. mempercepat peluncuran varian-varian baru produk mie instannya dan berencana menjual sayur potong segar seiring dengan pandemi virus corona yang membuat banyak masyarakat memilih makan dari rumah.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (3/6/2020), Nissin telah merilis mie instan rasa kari dan stik kentang dengan rasa saus XO ditengah kenaikan permintaan yang terjadi. CEO Nissin Kiyotaka Ando mengatakan, kebijakan social distancing karena pandemi virus corona telah memunculkan kebiasaan baru dalam mengkonsumsi makanan yang akan bertahan lama setelah pandemi ini usai.

“Permintaan konsumen melonjak tinggi setelah pandemi virus corona karena masyarakat harus tinggal di rumah. Gaya hidup ini akan bertahan dengan konsumen lebih sering makan di rumah,” katanya dalam sebuah wawancara dikutip dari Bloomberg.

Ando mengatakan, Nissin mengalami pertumbuhan penjualan dalam dobel digit selama lima bulan pertama di tahun 2020 dan tren ini diperkirakan akan berlanjut. Ando juga mengatakan kompetisi di sektor ini kemungkinan akan kian panas.

Pada periode waktu yang sama, Nissin telah merilis 12 produk mie instan. Jumlah ini naik dibandingkan dengan rilis produk baru pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 8 varian. Salah satu produk baru tersebut adalah mie instan yang kaya nutrisi dan rendah kalori.

“Kami juga akan mengeluarkan produk berupa sayur segar yang telah dipotong tahun ini di Hong Kong,” tambah Ando.

Ando menambahkan, pandemi ini memunculkan peluang baru bagi Nissin untuk mencoba produk-produk barunya. Nissin juga masih akan bereksperimen dengan varian rasa mie instan lain untuk mencegah kejenuhan pada konsumen.

Industri mie instan China yang bernilai US$14 miliar telah mengalami pergumulan selama lima tahun terakhir. Menurut data dari Euromonitor Internationals, penjualan mie instan pada periode tersebut mengalami penurunan atau hanya tumbuh low single digit seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat ke makanan yang lebih sehat.

Adapun pandemi virus corona yang telah menginfeksi 6,27 juta orang dan memakan korban jiwa 375.600 orang secara global, telah mengubah pola masyarakat dalam berbelanja, membeli makanan, dan mengkonsumsinya. Yum China Holdings Inc. telah memulai pengiriman daging steik mentah beserta dengan resepnya guna memenuhi kebutuhan konsumen.

Sementara operator restoran hot pot Haidilao International Holding Ltd mengirimkan para pelanggannya sejumlah varian makanan seperti udang kung pao, ayam kukus, sayuran, dan saus yang dapat dimasak dalam waktu lima menit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mi instan korporasi sektor konsumer

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top