Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hubungan dengan Beijing Memanas, Kanada Larang Huawei Ikut Proyek 5G

Kanada memilih menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Eropa Ericsson AB yang nantinya akan menyediakan peralatan jaringan akses radio untuk jaringan 5G-nya.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  11:18 WIB
PM Kanada Justin Trudeau saat berbincang dengan Presiden Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih 13 Februari 2017. - Reuters/Kevin Lamarque
PM Kanada Justin Trudeau saat berbincang dengan Presiden Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih 13 Februari 2017. - Reuters/Kevin Lamarque

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau akhirnya memutuskan tidak akan melibatkan Huawei Technologies dalam proyek pembangunan jaringan nirkabel 5G di negara itu.

Salah satu perusahaan nirkabel utama Kanada yakni BCE Inc., mengonfirmasi bahwa perusahaan teknologi asal Eropa Ericsson AB akan menyediakan peralatan jaringan akses radio untuk jaringan 5G-nya.

Sedangkan Telus Corp. mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa pihaknya telah memilih Ericsson dan Nokia Oyj untuk mendukung pembangunan jaringannya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pengumuman itu disampaikan di tengah pertimbangan melarang Huawei berpartisipasi dalam infrastruktur 5G ketika hubungan dengan Beijing bermasalah.

Ketegangan antara China dan Kanada telah meningkat sejak otoritas Kanada menangkap CFO Huawei Meng Wanzhou atas permintaan AS pada akhir 2018.

Setelah penangkapannya, China memasukkan dua warga negara Kanada ke penjara, menghentikan miliaran dolar impor Kanada dan menempatkan dua orang Kanada lainnya pada hukuman mati.

Proses ekstradisi terhadap Meng, putri tertua pendiri miliarder perusahaan, telah mendorong hubungan Kanada dengan mitra dagang terbesar kedua ke keadaan terburuk dalam beberapa dekade. Beijing menuduh Kanada bersekongkol dengan AS.

Huawei sebelumnya memainkan peran besar dalam jaringan nirkabel Kanada tetapi telah menghadapi masalah keamanan nasional yang berkembang dari pemerintah Barat. Sementara itu, BCE akan tetap mempertimbangkan untuk bekerja dengan Huawei jika pemerintah mengizinkan keikutsertaan raksasa teknologi itu dalam proyek 5G.

Pemerintahan Trump sebelumnya telah melobi sekutu untuk melarang Huawei dengan mengatakan peralatannya akan membuat jaringan rentan terhadap eksploitasi oleh pemerintah China. Meskipun demikian, Inggris mengatakan pada Januari lalu bahwa pemerintahnya akan memungkinkan kerja sama dengan Huawei meski dengan peran terbatas.

Namun dalam beberapa hari terakhir, pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan tengah berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi perusahaan dan pada China.

Telus dan BCE memberi Huawei proyek pertama di Amerika Utara pada 2008, kontrak penting yang membantu memperkuat reputasi perusahaan China sebagai pemain global yang dapat bersaing dalam hal kualitas. Kesepakatan itu membuka jalan bagi Huawei untuk menjadi pemasok utama bagi ketiga perusahaan telekomunikasi terbesar Kanada selama dekade berikutnya.

Pengumuman Telus dinilai mengejutkan setelah sebelumnya Chief Financial Officer Telus Doug French mengatakan pada Februari lalu bahwa pihaknya akan meluncurkan 5G dengan Huawei pada akhir tahun ini.

Juru bicara Telus, Donna Ramirez tidak segera menanggapi pertanyaan apakah perusahaan masih memberi ruang bagi Huawei untuk berpartisipasi dalam peluncuran 5G-nya. Juru Bicara untuk Huawei Kanada juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanada huawei teknologi 5G
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top