Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Putus Penyebaran Covid-19, TNI AD Siapkan Helm Canggih Ini

Berbeda dengan yang berlaku selama ini, TNI Angkatan Darat sedang menyiapkan piranti baru berupa helm canggih untuk mengetahui kondisi suhu tubuh seseorang.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 31 Mei 2020  |  12:21 WIB
Helm canggih pendeteksi suhu tubuh mampu memindai suhu tubuh lebih dari satu orang dalam waktu bersamaan dan dapat dilakukan dari jarak cukup jauh - Dispenad
Helm canggih pendeteksi suhu tubuh mampu memindai suhu tubuh lebih dari satu orang dalam waktu bersamaan dan dapat dilakukan dari jarak cukup jauh - Dispenad

Bisnis.com, JAKARTA – Pemindaian suhu tubuh, terkait pencegahan penyebaran Covid-19, selama ini lazim menggunakan thermo gun.

Berbeda dengan yang berlaku selama ini, TNI Angkatan Darat sedang menyiapkan piranti baru berupa helm canggih untuk mengetahui kondisi suhu tubuh seseorang.

Dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 TNI AD sedang menyiapkan penggunaan helm berteknologi terbaru yang disebut helmet thermal KC wearable.

Kadispenad Kolonel Inf Nefra Firdaus dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta Pusat, Sabtu (30/5/2020), memaparkan kelebihan helm canggih ini.

Helmet thermal KC wearable disebut Nefra mampu mendeteksi suhu tubuh beberapa orang dalam waktu yang sama, lebih cepat dan efektif dibandingkan thermo gun.

“Inovasi ini dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang melalui jarak sampai dengan 10 meter. Selain itu dapat memeriksa suhu tubuh orang yang lebih banyak dan tentunya waktunya akan lebih cepat dan efektif. Selama ini kita hanya menggunakan thermo gun, sehingga lebih cepat dan efektif,” jelas Nefra soal helm dengan inovasi IT ini.

Kehadiran helm ini, lanjut Nefra, dapat mereduksi risiko petugas pemeriksa terpapar akibat kontak dekat dengan orang yang diperiksa jika menggunakan thermo gun.

“Di Mabes AD kita sosialiasi sekaligus latihkan penggunaannya. Selain untuk mendeteksi dan menyeleksi orang yang masuk ke fasilitas TNI AD, termasuk rumah sakit, ini juga menegaskan komitmen TNI AD dalam memutus dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19,” lanjut Nefra.

Pada pelatihan yang dilakukan di Mabes AD, lanjut Nefra, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa ikut mengawasi cara penggunaan dan sistem kerja helm ini.

Pelatihan yang dilakukan di Mabes AD dan RSPAD, Kamis (28/5/2020) diikuti perwakilan Satuan Kesehatan dari Kesehatan Mabes AD, Akademi Militer di Magelang, Sekolah Staf dan Komando AD di Bandung, Sekolah Calon Perwira AD di Bandung, dan RSPAD.

Diharapkan inovasi ini dapat membantu penanganan Covid-19 yang dilakukan jajaran TNI AD di seluruh Indonesia.

Secara terpisah, Letda Ckm (K) dr. Eva salah satu peserta pelatihan dari kesehatan Sekolah Calon Perwira AD di Bandung berkomentar soal helm ini.

Menurut Eva kehadiran helmet thermal KC wearable sangat membantu tenaga medis karena karena lebih cepat dalam mendeteksi suhu tubuh.

“Selama ini untuk mengecek suhu tubuh, kita lakukan satu per satu dan dengan jarak yang dekat. Namun dengan alat ini kita dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang lebih cepat, dan dapat dilakukan dari jarak jauh tanpa harus mendekati orang tersebut,” jelas Eva.

Dengan begitu, ujar Eva, tim medis dapat mendeteksi secara dini orang-orang yang terinfeksi Covid-19, "sehingga dapat mengurangi dampak penyebaran pandemi ini.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tni ad Virus Corona

Sumber : Dispen TNI AD

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top