Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran Dana Program Padat Karya Tunai Desa Mencapai Rp978 Miliar

Besaran upah yang telah disalurkan adalah sebanyak Rp256,3 miliar. Adapun, jumlah pekerja yang terserap dalam PKTD sebanyak 281.304 jiwa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  19:43 WIB
Kabupaten Program Padat Karya Tunai di Papua Barat - Istimewa
Kabupaten Program Padat Karya Tunai di Papua Barat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan kementeriannya telah menyalurkan dana sebesar Rp978 miliar untuk program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

"Jadi ini [realisasi penyaluran dana] PKTD per 26 Mei 2020," kata Mendes dalam jumpa pers melalui Webinar di Kemendes PDTT Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Dia mengatakan dari dana tersebut, besaran upah yang telah disalurkan adalah sebanyak Rp256,3 miliar. Adapun, jumlah pekerja yang dapat terserap sebanyak 281.304 jiwa.

Kemudian, terkait dengan proses penyalurannya, dia mengakui ada kendala sehingga menunda penyaluran PKTD yang bersumber dari Dana Desa tersebut.

"Terkait dengan PKTD Dana Desa memang ada stuck di pelaksanaan karena semua fokus menangani BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa. Dengan demikian Padat Karya Tunai Desa cenderung mengalami stuck," katanya.

Meskipun demikian, penyaluran program bantuan tersebut masih terus dipantau sehingga tetap terkendali.

"(Ini) terus kita update juga. Tapi memang rata-rata desa masih fokus pada BLT Dana Desa," ujarnya.

Setelah penyaluran BLT Dana Desa berjalan dengan baik, dia meyakini pelaksanaan program PKTD akan kembali difokuskan sebagai salah satu upaya untuk merangsang geliat ekonomi di desa.

Setelah memberikan stimulus terhadap perekonomian desa, Padat Karya Tunai Desa diharapkan juga dapat meningkatkan daya beli di desa.

"Dan dananya masih ada, karena menurut hitung-hitungan kita justru melebihi dari simulasi yang awal," kata dia.

Berdasarkan perhitungan tersebut, sebanyak 31 persen dari Dana Desa digunakan untuk BLT Dana Desa, kemudian 10 persen untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

"Berarti ada sekitar 60 persen untuk relaksasi dan gerakan-gerakan ekonomi lainnya pascacovid-19," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

padat karya Virus Corona dana desa Kemendes-Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top