Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Balon Udara Ponorogo Terbang Sejauh 48 Km di Lintasan Bandara Adi Soemarmo, Benarkah?

Balon udara yang melintasi wilayah penerbangan Bandara Adi Soearmo Solo, Jawa Tengah menjadi viral. Warga Tasikmadu Karanganyar yang berjarak 48 kilometer dari titik terluar Ponorogo melihat balon itu Minggu (24/5/2020). Mungkinkah balon Ponorogo terbang sejauh itu?
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  15:17 WIB
Loading the player ...
Proses penerbangan balon udara Ponorogo. Video: istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Balon udara yang melintasi wilayah penerbangan Bandara Adi Soearmo Boyolali Jawa Tengah menjadi viral. Tudingan pun dialamatkan kepada balon-balon udara berbahan plastik buatan warga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Balon udara berbahan plastik itu memiliki diameter bervariasi. Cara menerbangkannya pun cukup unik, yaitu dengan diisi asap dari hasil pembakaran dari cerobong bawah balon. Setelah mengemambang dan mulai melayang, balon dilepas dengan dibekali bara api yang diletakkan di loban bawah balon.

Itulah sebabnya balon udara plastik itu bisa terbang jauh tertiup angin. Balon udara buatan warga Ponorogo itulah yang disinyalir mengganggu lalu lintas udara Bandara Adi Soemarmo.

Kantor berita Antara melaporkan bahwa Komandan Lanud Adi Soemarmo Kolonel Penerbang Adrian P Damanik telah melakukan koordinasi dengan pihak Lanud Iswahyudi Madiun, dan sudah menurunkan anggotanya salah satunya ke Ponorogo, Jatim yang dicurigai melaksanakan kegiatan tradisi tersebut.

"Kami juga bekerja sama dengan kodim, polres, dan Pemkab Ponorogo. Ada wilayah desa yang sudah didatangi, dan ada indikasi warga di sana yang melaksanakan tradisi itu," katanya, seperti dilaporkan Antara, Rabu (27/5/2020).

Letak Kabupaten Ponorogo berada di sebelah tenggara Bandara Adi Soemarmo. Lalu, berapa jarak Kabupaten Ponorogo dengan Bandara Adi Soemarmo? Bisnis mencoba menggunakan Google Maps untuk mengukur jarak titik terluar sebalah barat Ponorogo di Jl. Diponegoro desa Pohijo, Kecamatan Sampung.

Jika ditarik garis lurus dari titik itu ke arah barat laut menuju Bandara Adi Soemarmo, jaraknya di Google Maps sekitara 66 kilometer.

Sementara itu, berdasarkan laporan Solopos.com, warga Tasikmadu Kabupaten Karangayar melihat balon-balon udara berwarna putih pada Minggu siang (24/5/2020).

Tasikmadu berada 15 kilometer di sebelah timur Bandara Adi Soemarmo. Jarak Tasimadu ke titik terluar Kabupaten Ponorogo di Desa Pohijo sekitar 48 kilometer.

Di atas Tasikmadu merupakan wilayah udara Bandara Adi Soemarmo untuk jalur penerbangan dari arah timur. Kalau yang terlihat warga Tasikmadu itu benar-benar balon udara Ponorogo, maka balon udara itu telah terbang ke arah barat laut sejarak 48 kilometer.

13 Balon Udara

Kantor berita Antara melaporkan bahwa Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soemarmo mencatat setidaknya ada 13 balon udara yang terbang tinggi di wilayah udaranya.

Apakah 13 balon udara itu semuanya berasal dari Ponorogo? Solopos.com melaporkan bahwa pada Minggu (24/5/2020) ditemukan balon udara berdiameter sekitar dua meter jatuh di atap rumah warga Kampung Tegalmulyo RT 004/RW 001 Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo, Minggu (24/5/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Di bawah balon itu terjuntai rangkaian petasan. Sebelum jatuh, petasan itu terus menyalak dan selongsognya bahkan jatuh ke genteng rumah. Dengan kata lain, waktu terbang balon itu belum terlalu lama.

Besar kemungkinan petasan itu berasal dari wilayah lokal Solo, bukan balon dari Ponorogo, karena jarak Banjarsari dengan titik terluar Ponorogo jika diukur dengan Google Maps sekitar 61 kilometer.

Mana mungkin dalam jarak sejauh itun petasan masih menyalak-nyalak. Jika terbang sejauh itu, hampir dipastikan seluruh petasan sudah terbakar menyala sebelum mendarat di Nusukan Kota Solo.

Dilihat dari arah angin, memang balon udara Ponorogo itu akan terbawa angin menuju arah Solo dan Karangnyar di sebelah tenggara Bandara Adi Soemarmo.

Namun, ternyata ada juga balon lokalan Solo yang mengudara pada hari pertama Lebaran pada Minggu (25/5/2020).

Bernakah balon-balon udara yang menggangu lintasan penerbangan Bandar Adi Soemarmo adalah balon buatan warga Ponorogo? Jangan-jangan balon udara lokalan Solo juga ikut 'nimbrung terbang' di lintasan udara itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ponorogo balon udara bandara adi soemarmo solo
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top