Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun Ini, China Serap 52 Persen Kapasitas Listrik Tenaga Angin dan Surya

Konsumen energi terbesar di dunia memiliki ruang untuk menambah kapasitas sebesar 36,65 gigawatt dari pembangkit listrik tenaga angin dan 48,45 gigawatt dari pembangkit listrik tenaga surya.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  13:34 WIB
Pembangkit listrik tenaga angin di China -  Bloomberg
Pembangkit listrik tenaga angin di China - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Chinaakan dapat menyerap 52 persen lebih banyak kapasitas produksi listrik angin dan tenaga surya pada tahun ini, dibandingkan dengan angka tahun lalu.

Konsumen energi terbesar di dunia memiliki ruang untuk menambah kapasitas sebesar 36,65 gigawatt dari pembangkit listrik tenaga angin dan 48,45 gigawatt dari pembangkit listrik tenaga surya.

Angka tersebut dikutip dari laporan analisis transmisi oleh Pusat Pemantauan dan Peringatan Penyerapan Energi Baru Nasional.

Kapasitas jaringan listrik (grid) adalah faktor penting untuk instalasi baru, karena China tengah mencoba untuk menghindari pembatasan daya listrik dalam jumlah besar yang pernah terjadi sebelumnya selama momen booming investasi energi terbarukan pada satu dekade lalu.

Tahun lalu, China menambahkan kapasitas sebesar 25,74 gigawatt dari pembangkit listrik tenaga angin dan 30,11 pembangkit listrik tenaga surya, tetapi batu bara tetap merupakan sumber daya listrik terbesar di negara ini.

Laporan ini didasarkan pada data yang diserahkan ke Administrasi Energi Nasional oleh operator jaringan listrik di China.

Penyerapan kapasitas jaringan listrik di China:

JaringanAngin (Gigawatt/GW)Surya (GW)
State Grid Corp. of China 29,4539,05
China Southern Power Grid Co.     6,27,4
Inner Mongolia Power Group Co. 12

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china tenaga surya pembangkit listrik tenaga angin

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top