Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Status Darurat Diangkat, Jepang Berangsur Buka Ekonomi

Selain melonggarkan kegiatan, pemerintah Jepang akan memutuskan anggaran tambahan kedua Rabu, 27 Mei 2020 untuk membantu masyarakat dan bisnis terdampak pandemi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  10:11 WIB
Sejumlah orang berada di distrik perbelanjaan dan hiburan Dotonbori di Osaka, Jepang, Rabu (8/4/2020), sehari setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat selama sebulan untuk Tokyo, Osaka, dan lima perfektur lainnya untuk menekan angka penyebaran virus corona COVID-19./Antara - AFLO
Sejumlah orang berada di distrik perbelanjaan dan hiburan Dotonbori di Osaka, Jepang, Rabu (8/4/2020), sehari setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat selama sebulan untuk Tokyo, Osaka, dan lima perfektur lainnya untuk menekan angka penyebaran virus corona COVID-19./Antara - AFLO

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang berangsur melanjutkan kembali kegiatan ekonomi hari ini setelah penurunan kasus virus Corona mendorong pemerintah mengakhiri keadaan darurat nasional.

Pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe membawa fokus baru untuk membangun kembali ekonomi yang terpukul. Abe mengangkat darurat virus Senin malam dan mengatakan pada konferensi pers bahwa menghidupkan kembali ekonomi yang terperosok dalam resesi kini menjadi prioritas utama.

Dia menambahkan pemerintahnya akan memutuskan anggaran tambahan kedua Rabu, 27 Mei 2020 untuk membantu masyarakat dan bisnis terdampak pandemi.

"Setiap daerah di negara ini telah memenuhi persyaratan untuk mengakhiri keadaan darurat, yang sangat ketat menurut standar global. Dengan cara Jepang sendiri, kami telah mengendalikan sebagian besar infeksi dalam satu setengah bulan," kata Abe, dilansir Bloomberg, Selasa (26/5/2020).

Menurut sebuah dokumen yang dirilis satuan tugas pemerintah, Jepang sedang berupaya untuk sepenuhnya membuka kembali perekonomian pada awal Agustus, dengan perjalanan domestik dibebaskan mulai 19 Juni 2020. Pemerintah juga akan terus mengawasi tren infeksi.

Abe mengatakan langkah-langkah ekonomi gabungan yang akan didanai dengan bantuan dari anggaran tambahan pertama dan kedua akan berjumlah lebih dari 200 triliun yen (US$1,86 triliun).

Paket bantuan terbaru akan menawarkan lebih banyak dukungan kepada perusahaan melalui pinjaman dan subsidi sewa, peningkatan dukungan pendapatan untuk pekerja cuti dan bantuan untuk mahasiswa.

Anggaran tambahan pertama, yang disalurkan kurang dari sebulan yang lalu sebesar 117 triliun yen, setara dengan lebih dari 20 persen dari PDB.

Abe mengingatkan warga untuk berjaga-jaga terhadap gelombang kedua infeksi dan mengatakan bahwa dalam skenario terburuk, keadaan darurat mungkin harus diberlakukan kembali. Kontrol perbatasan akan terus diperketat, karena virus masih menyebar di bagian lain dunia.

Perdana menteri juga mengatakan baseball profesional akan dimulai mulai bulan depan tanpa penonton, dan konser bisa dilanjutkan, meskipun dengan kerumunan kurang dari 100 orang. Kondisi di setiap wilayah akan diperiksa setiap tiga minggu untuk menentukan apakah tindakan dapat dilonggarkan.

Sementara Jepang telah menderita infeksi virus corona dan kematian jauh lebih sedikit daripada negara lain di Kelompok Tujuh atau G7, penanganan Abe terhadap wabah telah memperkuat kekhawatiran bahwa pemerintahnya telah menjadi puas diri setelah tujuh tahun berkuasa.

Dia telah dikritik karena menunda deklarasi darurat ketika kasus-kasus lokal mulai melonjak dan lambat dalam menutup perbatasan Jepang.

Abe mengumumkan keadaan darurat di ibu kota dan beberapa daerah lain mulai 7 April 2020, kemudian meluaskannya ke seluruh negeri. Dari pertengahan Mei, dia mulai mengangkat status darurat di tempat-tempat di mana tingkat infeksi baru mereda.

Tokyo dan prefektur sekitarnya, serta pulau Hokkaido utara, adalah daerah terakhir yang tersisa di bawah keadaan darurat.

Tokyo, dengan prefektur sekitar Chiba, Kanagawa dan Saitama, memiliki populasi gabungan sekitar 35 juta orang dan pendapatan tahunan sebesar 182,2 triliun yen, yang secara global akan menjadikannya ekonomi terbesar ke-11 di planet ini.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike telah menetapkan pedoman untuk membuka kembali perekonomian karena warga secara bertahap melanjutkan kegiatan yang ditahan selama hampir tujuh minggu.

Negara tetangga Korea Selatan telah melihat penyebaran kluster besar di antara pengunjung klub malam setelah melonggarkan batasan. Sementara itu, Abe telah berjanji untuk bekerja dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan gelombang kedua infeksi yang menurut para ahli hampir tidak dapat dihindari.

Sementara itu, Tokyo melaporkan delapan kasus virus Corona baru pada Senin, 25 Mei 2020, turun dari 14 hari sebelumnya. Total selama tujuh hari terakhir telah mencapai bawah ambang batas 70, atau 0,5 orang per 100.000, yang telah digariskan oleh pemerintah sebagai indikator yang diperlukan untuk mengangkat keadaan darurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top