Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sudah dapat Persetujuan dari Kemenkes, Ventilator Buatan Pindad Bakal Diuji

Tahap selanjutnya adalah uji klinis ventilator buatan Pindad tersebut yang rencananya dilakukan di 10 RS TNI AD sebagaimana yang dipersyaratkan.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  03:59 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. - Antara
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT. Perindustrian Angkatan Darat (PT Pindad) melakukan inovasi pembuatan ventilator non-invasif untuk membantu penanganan pasien COVID-19 yang sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan.

"Direktur Utama Pindad melaporkan ventilator non-invasif Pindad sudah mendapat approval dari Kemenkes," kata Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa, melalui siaran pers TNI AD, di Jakarta, Sabtu (23/5/2020).

Ventilator tersebut bersifat non-invasif dengan teknik ventilasi mekanis tanpa menggunakan pipa trakea atau endotracheal tube pada jalan nafas.

Tahap selanjutnya adalah uji klinis ventilator yang rencananya dilakukan di 10 RS TNI AD sebagaimana yang dipersyaratkan.

Namun, Andika meminta uji klinis ventilator non-invasif itu bisa dilakukan di lebih dari 10 RS TNI AD, apalagi ada 68 RS yang dimiliki TNI AD yang tersebar di berbagai daerah.

"Namun saya ingin Dirut Pindad melakukannya lebih dari 10 rumah sakit, dari 68 rumah sakit TNI AD di seluruh Indonesia," lanjut Kasad.

Kasad menambahkan bahwa ventilator non-invasif yang diberikan ke beberapa RS untuk uji klinis, selanjutnya akan diberikan kepada RS tersebut untuk menjadi hak milik.

"Rumah sakit yang menerima ventilator untuk uji klinis harus memberikan feedback mengenai hasil uji klinisnya. Nanti dilaporkan ke dokter tugas, selaku Kapuskes AD, kemudian dokter tugas yang akan melaporkan ke Dirut Pindad," ujarnya menjelaskan.

Jenderal Andika mengatakan RSPAD Gatot Soebroto juga akan mendapatkan ventilator non-invasif tersebut untuk percepatan penanganan COVID-19.

"Jika sesuai standar akan digunakan di seluruh RS TNI AD di Indonesia," tukas Kasad.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top