Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suara Jubir Penanganan Covid-19 Pelan, Warga Youtube Kaitkan dengan Kebijakan Pemerintah

Informasi perkembangan terakhir penanganan Covid-19 masih menjadi perhatian publik. Tak hanya itu, gaya bicara Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pun menjadi perhatian.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  16:53 WIB
Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberi penjelasan, Selasa (19/5/2020). - Youtube/BNPB
Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat memberi penjelasan, Selasa (19/5/2020). - Youtube/BNPB

Bisnis.com, JAKARTA - Informasi perkembangan terakhir penanganan Covid-19 masih menjadi perhatian publik. Tak hanya itu, gaya bicara Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pun menjadi perhatian.

Hari ini, Selasa (19/5/2020) Yuri, nama populer Achmad Yurianto, tampil dalam video conference  dari Graha BNPB Jakarta dengan mengenakan masker warna kuning serta berbusana batik warna Cokelat.

Rupanya hari ini gaya busana Yuri tidak menjadi fokus perbincangan warga Youtube di live chat. Mereka malah fokus ke suara Yuri yang terkesan lebih lemah dari hari-hari biasanya.

"liat tuh pak yuri makin lama makin lemes baca beritanya, karena berubah lagi kebijakan pemerintah," komentar akun een agik.

Sementara akun Robert Khuana bertanya, "Kapan kita bisa ke Mall Pak Yuri ?"

Sedangkan akun Danura Aditya menyoroti soal anjuran tidak mudik dulu dan perilaku masyarakat. "bis udah rame lagi ya ampunnn knapa banyak masyarakat masih gak ngerti yaa," ujarnya.

Menjawab @Danura Aditya, akun Primanta Holand menyebutkan soal kekalahan logika. "karena logika kalah sama perasaan bro @Danura Aditya," ujarnya.

Hal itu ditimpali komentar Robert Khuana yang menyebutkan "Selama masy. masih bandel sulit keluar dari covid."

Sementara akun Qori 17 meminta agar KPI melarang acara khusus berita mudik.

Di sisi lain, akun een agik berceloteh "mau mutus rantai penularan tapi mall dibuka gimana putus nya."

Komentar itu ditanggapi akun Danura Aditya yang menyebutkan dilema yang harus dihadapi pemerintah "sulit buat pemerintah,, gak di buka malah makin banyak yg mati kelaparan."

Berdasarkan Data Covid-19 tanggal 19 Mei 2020 pukul 12.00 WIB diketahui uji spesimen dilakukan di 66 Laboratorium Real Time PCR (poloymerase chain reaction) dan 14 lab TCM (tes cepat molekuler).

Jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 202,936, dengan perincian pemeriksaan menggunakan 
RT-PCR 201,736 spesimen, pemeriksaan dengan TCM 1.200 spesimen.

Jumlah kasus yang diperiksa, jumlah spesimen 147,799 orang terdiri atas pemeriksaan RT-PCR 147,070 orang dan TCM 729 orang.

Hasil Positif 18,496 orang, berasal dari pemeriksaan RT-PCR 18,237 orang dan TCM 259 orang.

Hasil negatif 129,303 orang, berasal dari pemeriksaan RT-PCR 128.833 orang dan TCM 470 orang. Adapun possitive rate (jumlah hasil positif berbanding jumlah kasus yang diperiksa spesimennya) mencapai 13 persen.

Hingga hari ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 45,300 orang, sedangkan pasien daam pengawasan (PDP) 11.891 orang.

Adapun konfirmasi Covid-19 sebanyak 18,496 orang, kasus sembuh 4,467 orang, kasus meninggal 1.221 orang. wilayah terdampak mencapai 34 provinsi tersebar di 390 kabupaten/kota di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Achmad Yurianto
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top