Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Xi Jinping Dikabarkan Minta WHO Rahasiakan Informasi Covid-19

Presiden China Xi Jinping dikabarkan secara pribadi meminta WHO untuk menahan informasi tentang penularan virus dari manusia ke manusia dan menunda pengumuman global empat hingga enam pekan di awal wabah Covid-19 menerpa.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 10 Mei 2020  |  20:00 WIB
Xi Jinping Dikabarkan Minta WHO Rahasiakan Informasi Covid-19
Dr Tedros dan Xi Jinping
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wabah virus corona bukan hanya menebarkan infeksi pada jutaan manusia di dunia, tapi juga meningkatkan hoaks, dan ketegangan antar negara.

Diketahui, sejumlah negara menyalahkan China sebagai episentrum munculnya virus corona yang kemudian menyebar ke ratusan negara.

Kabar ketegangan baru kini muncul lagi ketika muncul kabar jika Presiden China Xi Jinping secara pribadi meminta WHO untuk menahan informasi tentang penularan virus dari manusia ke manusia dan menunda pengumuman global empat hingga enam pekan di awal wabah Covid-19 menerpa.

Informasi itu diungkap oleh media asal Jerman Der Spiegel, mengutip dari Badan Intelijen Federal negara itu, yang dikenal sebagai Bundesnachrichtendienst (BND).

Menurut BND pada 21 Januari, pemimpin China Xi Jinping meminta kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus untuk menahan informasi tentang penularan dari manusia ke manusia dan untuk menunda peringatan risiko pandemi.

Akibat dari itu, BND menyebutkan dunia sudah kehilangan waktu untuk mempersiapkan diri  memerangi virus.

Tapi, tuduhan itu langsung dibantah WHO yang merilis pernyataan dengan menyebutkan tuduhan itu 'tidak berdasar dan tidak benar'.

Pernyataan itu membantah adanya komunikasi via telepon antara Dr Tedros dan Presiden Xi pada 21 Januari 2020.

Pernyataan itu juga menegaskan mereka tidak pernah berbicara melalui telepon. Dan menyebutkan laporan yang tidak akurat seperti itu mengalihkan perhatian dan mengurangi upaya WHO dan dunia untuk mengakhiri pandemi COVID-19.

"China mengkonfirmasi transmisi coronavirus baru dari manusia ke manusia pada 20 Januari atau sehari sebelum percakapan telepon yang dituduhkan. Sedangkan WHO mengumumkan kepada publik pada 22 Januari bahwa berdasarkan data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa penularan dari manusia ke manusia terjadi di Wuhan," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Rumor terkait WHO membela China juga sempat disampaikan Presiden AS Donald Trump yang berujung pada kebijakan pengehentian bantuan dana untuk WHO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china xi jinping who Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top